BEBERAPA waktu sebelum Presiden SBY tiba di Kupang- NTT, seluruh PKL (pedagang kaki lima) di sepanjang Jalan El Tari 1 'ditertibkan'. Bahkan selama Presiden SBY berada di NTT, ruas jalan ini bersih dari para PKL. Tidak tampak lagi para penjual jagung bakar, kelapa muda, buah-buahan, maupun bubur kacang ijo. Untuk sementara mereka harus 'mengungsi' entah ke mana dan mengadu peruntungan entah di mana.
SEBUAH papan reklame berdiri kokoh pada pojok kiri kantor Gubernur NTT. Ada gambar gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat ini. Namun yang menurut saya menarik adalah tulisan pada papan reklame itu. "Be saudara dong. Ingat-ingat o, setiap hari Kamis katong makan pangan lokal."