TOPIK
Nelayan Rote Ditangkap di Australia
-
Menurut Elisabet, jika suaminya mencari hasil laut di wilayah perbatasan Indonesia-Australia, baru pulang ke rumah setelah tiga atau empat hari.
-
Kristoforus Loko menanggapi perihal enam nelayan asal Kabupaten Rote Ndao yang ditahan otoritas keamanan Australia karena dianggap melanggar batas
-
Dijelaskannya, sudah seringkali Pemerintahan Indonesia dan Australia datang ke Hundihuk untuk memberikan sosialisasi tentang nelayan pelintas batas.
-
Dia juga mengaku, sudah lebih dari satu kali suaminya Martinus Kanuk pergi mencari menggunakan kapal milik Yeti.
-
Di samping itu, dijelaskannya, mayoritas masyarakat Hundihuk adalah nelayan. Sebagian berprofesi sebagai petani, namun hanya petani musiman.
-
Politikus PKB itu mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di Australia, diharapkan untuk bisa membantu pemulangan nelayan.
-
Sebelumnya, keenam nelayan itu dilaporkan hilang sejak 13 Mei 2025, saat menangkap ikan mengunakan KM Berkat Baru 01 berkapasitas 5 GT.
-
Yeferti yang diduga sebagai pemilik KM Berkat Baru 01 sudah dikonfirmasi, namun tidak merespon dan menolak untuk memberi keterangan.
-
Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah bersikap tegas namun tetap mengedepankan pendekatan diplomatik.
-
KM Berkat 01 sebelumnya sempat dilaporkan hilang kontak di perairan selatan Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
-
Selama berada di Australia, keenam ABK KM Berkat Baru ditempatkan di hotel dengan kamar terpisah dikarenakan musim Covid yang masih melanda Australia.
-
Ia menambahkan bahwa pihak pelabuhan telah melakukan sosialisasi kepada para nelayan tentang prosedur pelayaran yang aman dan legal.
-
Enam nelayan asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditangkap Australian Border Force (ABF).