Sabtu, 13 Juni 2026

TTU Terkini

Pater Fritz Meko SVD: Literasi Harus Digalakkan 

Oleh karena itu, Pater Fritz sempat menolak ketika pertama kali penulis menyampaikan niat menulis tentang dirinya.

Tayang:
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
DISKUSI - Komunitas Bengkel Nurani menyelenggarakan kegiatan diskusi dan launching Buku Jejak Langkah Pater Fritz Meko SVD di Aula Soverdi Noemeto, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 12 Juni 2026. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Pater Fritz Meko, SVD mengatakan, gerakan literasi adalah gerakan mengundang orang lain (terutama anak-anak sekolah) agar mereka sungguh-sungguh mencintai buku dan memiliki minat baca. Karena, di era sekarang ini, banyak generasi muda tahu dan berbicara banyak hal.

"Tetapi generasi kita ini dikatakan generasi informan. Bukan generasi yang berbobot atau dalam," ucapnya usai memberikan materi dalam kegiatan diskusi dan launching buku "Jejak Langkah Pater Fritz Meko SVD" yang diselenggarakan oleh Komunitas Bengkel Nurani di Aula Soverdi Noemeto, Jumat, 12 Juni 2026.

Generasi saat ini, ujar Pater Fritz, bukan generasi yang bernas dan berbobot. Mereka bisa berbicara banyak hal, tetapi menjadi manusia dangkal. Pasalnya, ketika ditanya lebih dalam mereka dipastikan tidak mengetahuinya.

Orang yang benar-benar bernas adalah orang yang mengetahui banyak hal, merenungkan dan menyaring. Generasi muda, harus kembali mencintai buku dan meningkatkan minat baca

Baca juga: Komunitas Bengkel Nurani Gelar Diskusi dan Launching Buku "Jejak Langkah Pater Fritz Meko SVD" 

Ia mengatakan, diskusi dan launching buku Jejak Langkah Pater Fritz Meko, SVD ini dilaksanakan di Kabupaten TTU karena, Pemerintah Kabupaten TTU sedang menggalakkan program literasi. Pater Fritz kemudian menghubungi Bupati TTU dan mendapat sambutan baik. 

Pater Fritz menegaskan, ia bukan tipe orang yang menghendaki glorifikasi atau pemuliaan terhadap dirinya.

Oleh karena itu, Pater Fritz sempat menolak ketika pertama kali penulis menyampaikan niat menulis tentang dirinya.

"Karena bagi saya, menulis biografi tentang seseorang itu artinya menulis tentang berbagai macam prestasi dan sebagainya," ujarnya.

Kendati demikian, mengingat penulis dalam hal ini Y. Sasongko memiliki pertimbangan dari ribuan buku pernah PT Pohon Cahaya terbitkan dengan berbagai latar belakang penulis, Pater Fritz adalah seorang pemikir dengan otonomi pikiran yang tinggi.

Dengan demikian, pikiran-pikiran Pater Fritz bisa dikutip tanpa harus mengutip pikiran orang lain.

Pater Fritz akhirnya menyetujui penulisan buku itu dengan syarat tidak boleh mengagung-agungkan dirinya. Buku itu kemudian ditulis dengan begitu elegan. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved