Kamis, 11 Juni 2026

Malaka Terkini

Literasi Kopi Malaka, Ruang Berkumpul Anak Muda Menyalakan Budaya Baca dan Diskusi Kritis

Sebuah ruang yang dalam beberapa pekan terakhir mulai aktif menggelar berbagai kegiatan seperti membaca buku, berdiskusi.

Tayang:
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
LITERASI KOPI - Komunitas Literasi Kopi Malaka saat menggelar diskusi publik di Betun 

Ringkasan Berita:
  • Komunitas tersebut diberi nama Literasi Kopi Malaka
  • Sebuah ruang yang dalam beberapa pekan terakhir mulai aktif menggelar berbagai kegiatan seperti membaca buku, berdiskusi, hingga mengkaji berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
  • Beragam isu yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan persoalan daerah, tetapi juga isu-isu nasional yang memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat. 
  • Fokus utama diskusi diarahkan pada berbagai kebijakan dan program pembangunan. 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Di tengah derasnya arus informasi digital dan semakin berkurangnya minat baca di kalangan generasi muda, sekelompok anak muda di Kabupaten Malaka memilih mengambil langkah berbeda.

Mereka membentuk sebuah komunitas literasi yang menjadi wadah bertukar ide, gagasan, serta pemikiran kritis demi kemajuan daerah.

Komunitas tersebut diberi nama Literasi Kopi Malaka. Sebuah ruang yang dalam beberapa pekan terakhir mulai aktif menggelar berbagai kegiatan seperti membaca buku, berdiskusi, hingga mengkaji berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Beragam isu yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan persoalan daerah, tetapi juga isu-isu nasional yang memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat.

Fokus utama diskusi diarahkan pada berbagai kebijakan dan program pembangunan yang diharapkan mampu mendorong terwujudnya bonum commune atau kesejahteraan bersama.

Salah satu pengurus Literasi Kopi Malaka, yang juga merupakan ketua relawan literasi masyarakat (Relima) Kabupaten Malaka, Pisto Bere, saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Rabu (10/6/2026), menjelaskan bahwa komunitas yang dibentuk tersebut bukan sekadar tempat berkumpul sambil menikmati kopi.

Melainkan sebuah ruang intelektual yang lahir dari semangat anak-anak muda Malaka untuk terus belajar dan berpikir kritis.

"Literasi Kopi Malaka adalah sebuah ruang penjelajahan rasa dan pikiran. Sebuah tempat bertemunya ide-ide besar kaum intelektual Malaka yang dipantik oleh kehangatan secangkir kopi, dengan misi besar menghidupkan kembali budaya membaca, menulis, berdiskusi, serta menampung berbagai gagasan dan karya seni demi masa depan Malaka yang lebih cerah menuju Indonesia Emas 2045," ungkap Pisto Bere.

Menurut Pisto Bere, komunitas tersebut hadir sebagai ruang temu bagi para intelektual, pemikir, pegiat literasi, seniman, dan kreator muda di Kabupaten Malaka. Mereka meyakini bahwa perubahan besar selalu diawali dari percakapan-percakapan sederhana yang lahir dari ruang diskusi yang sehat.

Bagi komunitas itu, literasi bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun kedalaman berpikir, memperluas wawasan, serta menumbuhkan keberanian untuk menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

"Literasi adalah simbol ilmu pengetahuan, keterbukaan wawasan, dan kedalaman berpikir. Karena itu, Literasi Kopi Malaka bukan sekadar tempat nongkrong biasa, tetapi wadah pertukaran ide, ruang diskusi yang sehat, dan tempat lahirnya inspirasi baru," jelas Pisto Bere.

Dalam perjalanannya, komunitas tersebut sempat mendapatkan dukungan berupa fasilitas tempat berkegiatan di lantai tiga Perpustakaan Daerah Kabupaten Malaka. Selama kurang lebih dua pekan, berbagai aktivitas literasi dijalankan di lokasi tersebut.

Salah satu agenda yang pernah dilaksanakan adalah diskusi publik mengenai program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menghadirkan berbagai kalangan untuk bertukar pandangan terkait implementasi program tersebut.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved