Sumba Timur Terkini
Wacana PPPK Dirumahkan Bikin Guru di Sumba Timur Kepikiran
Sebelum diangkat menjadi PPPK, ia mengabdi sebagai guru honorer selama 20 tahun di SD Wairara, Kecamatan Mahu.
Suaminya memang sudah bekerja, tetapi saat ini juga sedang cemas karena berstatus sebagai PPPK Driver di kantor Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.
Kondisi tersebut membuat keluarga mereka penuh kegelisahan. Delsiana mengaku bingung harus memulai pekerjaan baru jika tidak lagi menjadi guru.
Selain kepada Tuhan, ia juga menyerahkan persoalan status kepegawaiannya kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.
"Saya serahkan ke pemerintah daerah. Saya percaya sebagai guru, pasti ada solusi dari pemerintah," ujarnya.
Delsiana baru setahun berstatus PPPK setelah mengajar sebagai pegawai tidak tetap di sejumlah sekolah selama kurang lebih 10 tahun.
Di antaranya, ia pernah mengajar di SMP Negeri 1 Pahunga Lodu selama 5 tahun, SMP Negeri Kahaungu Eti selama 1 tahun, dan di SMP Katolik Anda Luri selama 4 tahun.
"Setelah 10 tahun itu baru dapat kesempatan diprioritas daerah," ungkapnya. (dim)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Turnamen Voli Antarumat se-NTT Digelar Paroki Sang Penebus Waingapu, Salah Satu yang Termegah |
|
|---|
| Turnamen Voli Meriahkan HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu Resmi Dimulai |
|
|---|
| Kadis PPO Sumba Timur: Guru PPPK Tidak Akan Dirumahkan |
|
|---|
| Guru PPPK Paruh Waktu di Sumba Timur Cemas Jika SK Tidak Diperpanjang |
|
|---|
| Lantik 11 Pejabat, Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani Tekankan Tanggung Jawab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Delsiana-Efi-guru-di-SMP-Negeri-2-Waingapu.jpg)