Manggarai Terkini
Petani Minta Pemda Manggarai Buka Pilot Project Budidaya Bawang Merah di 10 Desa
benih bawang merah yang dibudidayakan oleh kelompok tersebut, tidak berbeda dengan bawang merah yang dibudidayakan masyarakat lain
Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, RUTENG - Anggota Kelompok Tani Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai membuktikan budidaya bawang di daerah dingin juga bisa diproduksi. Kini bawang merah yang dibudidayakan oleh kelompok Tani Desa Meler siap dipanen.
Anggota Kelompok Tani Desa Meler, Stanis mengatakan, benih bawang merah yang dibudidayakan oleh kelompok tersebut, tidak berbeda dengan bawang merah yang dibudidayakan masyarakat lain di wilayah Manggarai selama ini.
Stanis juga menerangkan, usia perawatan bawang merah ini sekitar 60 sampai 70 hari dengan satu benih menghasilkan 20 sampai 25 biji.
Anggota DPRD Manggarai, Aleksius Armanjaya, S.S., M.H., yang hadir bersama Dinas Pertanian dan PPL Kecamatan Ruteng mengapresiasi terhadap anggota Kelompok Tani bawang merah tersebut. Menurutnya, kelompok Tani tersebut telah membuktikannya dengan menepis anggapan selama ini bahwa bawang merah tidak bisa dibudidayakan di daerah dingin.
"Saya percaya bahwa setiap tanah punya potensi. Bukan jenis tanah yang menentukan hasil panen, tapi cara kita memperlakukannya,"ungkap Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Manggarai, Jumat 29 Mei 2026.
Menurut Lexy yang akrab disapa ini, dalam budidaya tanaman, harus dilakukan dengan pengolahan dan perawatan yang tepat. Hal ini ini berdampak pada hasil produksinya yang memuaskan seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Desa Meler.
Baca juga: Koptan Kompas Ruis Timur Manggarai Panen Porang hingga Ratusan Juta Rupiah
"Dengan sentuhan pengelolaan yang tepat, lahan ini telah mampu menghasilkan bawang merah yang segar, beraroma kuat, dan bernilai jual tinggi,"ujar senator asal Dapil Ruteng, Lelak, dan Rahong Utara itu.
Karena itu, Lexy meminta kepada Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai untuk mencoba untuk membudidayakan bawang merah di wilayah dingin dalam skala yang lebih besar.
Hal ini guna memberikan contoh dan motivasi kepada masyarakat atau kelompok Tani lainnya bahwa budidaya tanaman bawang merah juga bisa dilakukan di wilayah yang dingin dan juga ini menjadi salah satu pilar untuk kesejahteraan rakyat.
"Budidaya bawang merah di wilayah dingin seperti contoh kelompok Tani Desa Meler ini terbukti dan siap panen. Kelompok petani bawang Desa Meler, menjadi bukti bahwa jika bisnis dan budidaya bawang ini dikelola dengan baik maka akan menguntungkan dan membawa kesejahteraan bagi rakyat,"ujarnya.
Lexy juga mengharapkan agar Dinas pertanian bersama PPL bisa membuat pilot project di 10 (sepuluh) desa di daerah dingin di kabupaten Manggarai ini untuk membudidayakan tanaman bawang merah. Desa-desa itu nantinya menjadi desa binaan yang diperhatikan secara khusus oleh Dinas Pertanian.
"Dinas Pertanian harus optimalkan kelompok tani ini dan tancap gas kelola bawang merah daerah dingin,"pungkasnya. (rob)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
Manggarai Terkini
petani
bawang merah
Pemda Manggarai
Kabupaten Manggarai
POS-KUPANG.COM
DPRD Manggarai
| Tidak Transparan, Aliansi Masyarakat Desa Nampar Sepang Minta BUMDes Longko Momok Diaudit |
|
|---|
| Pemerintah Kabupaten Manggarai Pertahankan Opini WTP untuk Kedelapan Kali Berturut-turut |
|
|---|
| Koptan Kompas Ruis Timur Manggarai Panen Porang hingga Ratusan Juta Rupiah |
|
|---|
| Pemkab Manggarai Bangun Empat Rumah Adat Tahun 2026 |
|
|---|
| Kerusakan Jalan di Desa Persiapan Ruis Timur Manggarai Dinilai Hambat Budidaya Porang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bawang-merah-yang-dibudidayakan-oleh-Kelompok-Tani-Desa-Meler-y.jpg)