Jumat, 29 Mei 2026

Belu Terkini 

Tokoh Dirun Harap Festival Fulan Fehan Berdampak Nyata bagi Warga Sekitar

Menurutnya, dengan berkembangnya pariwisata, kuda bisa menjadi daya tarik tersendiri, bukan sekadar hewan beban seperti sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
RITUAL ADAT - Para tokoh adat di Desa Dirun, Kacamatan Lamaknen, Kabupaten Belu saat melaksanakan ritual adat di Benteng Tujuh Lapis untuk memohon restu leluhur jelang Festival Fulan Fehan 2026. Kamis (28/5/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Salah satu tokoh masyarakat Desa Dirun, Kecamatan Lakmanen, Johanis Bere, berharap Pemerintah Kabupaten Belu memastikan Festival Fulan Fehan 2026 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di kawasan sekitar lokasi wisata. Kamis (28/5/2026). 

Pensiunan ASN yang telah mengabdi selama 42 tahun itu menegaskan, perhatian terhadap infrastruktur dasar seperti jalan dan air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak warga.

Menurutnya, akses jalan menuju kawasan Fulan Fehan khususnya menuju benteng tujuh lapis sangat penting, mengingat seluruh rangkaian ritual adat dimulai dari rumah adat hingga masuk ke area benteng tujuh lapis. 

“Kalau kegiatan adat dimulai dari rumah adat sampai ke dalam benteng, maka akses jalan harus benar-benar diperhatikan supaya semua proses berjalan lancar,” ujarnya, usai melaksanakan ritual adat di benteng tujuh lapis untuk memohon restu leluhur jelang Festival Fulan Fehan pada Juni mendatang. 

Baca juga: Jelang Festival Fulan Fehan, Ritual Adat Nokar Ul dan Bei Gege Asu Digelar di Benteng Tujuh Lapis

Selain jalan, persoalan air bersih juga dinilai masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat setempat.

“Air bersih sampai hari ini masih sulit. Ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah ke depan,” katanya.

Johanis yang juga mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu ini menyoroti peran masyarakat lokal yang selama ini dinilai belum sepenuhnya dilibatkan dalam kegiatan festival. 

Ia berharap warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.

“Sebagai daerah penyangga, masyarakat di sini harus diberi ruang. Jangan hanya jadi penonton, tapi perlu didorong lewat UMKM dan kegiatan ekonomi lainnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai usulan tersebut akan dirangkum dalam bentuk proposal sebagai masukan kepada pemerintah daerah, termasuk terkait pengembangan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Di sisi lain, ia melihat peluang besar dari meningkatnya kunjungan wisatawan ke Fulan Fehan. Namun, hal itu belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas lain seperti penginapan.

“Banyak orang datang dan ingin bermalam, tapi masyarakat belum siap. Ini peluang yang harus didukung pemerintah supaya bisa berkembang,” ungkapnya.

Meski demikian, Johanis mengapresiasi kehadiran Festival Fulan Fehan yang dinilai mampu membawa dampak positif, terutama dalam membangkitkan semangat generasi muda dan membuka keterisolasian wilayah.

“Festival ini sangat baik, karena bisa menggerakkan anak-anak muda di bidang seni dan membuka wawasan masyarakat terhadap dunia luar,” katanya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved