Kamis, 21 Mei 2026

Berita Malaka

Kisah Lima Nelayan Asal Desa Kletek Malaka Terhantam Ombak, Berenang Tiga Jam di Tengah Laut

kami berlima harus berjibaku berenang melawan arus gelombang air laut sekitar 3 jam ke arah bibir pantai teluk hasan Maubesi.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA
JENGUK - Keluarga dari Remigius Bisi Nahak menjenguk ke rumahnya di Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah, Rabu 3 Mei 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Remigius Bisi Nahak (40), nelayan asal Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, selamat dari maut setelah tubuhnya dan perahu miliknya dihantam ombak, Selasa 2 Mei 2023.

Ia bersama empat orang teman lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang tiga jam di lautan teluk hasan Maubesi.

Saat itu, Remigius Bisi Nahak bersama empat orang teman lainnya sedang berada di tengah lautan teluk hasan Maubesi.

Mereka berlima menggunakan perahu fiber bernama Sinar Terbit hendak menuju ke rumah usai mencari ikan di perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor-Leste (RI-RDTL).

Baca juga: Pelajar Malaka Tewas Ditembak OTK, Wali Kelas Mengaku KAN Siswa yang Patuh 

Mereka berlima mencari ikan mulai dari tanggal 28 April - 2 Mei 2023. Setidaknya ada empat hari lima malam mereka berada di tengah lautan.

Masing-masing dari mereka atas nama Remigius Bisi Nahak, Abdula Rahman Mahmud, David Tefa ,Muji Cahyono alias Andika, Adrianus Barreto alias Edo.

Pada tanggal 2 Mei 2023 sekitar pukul 13.00 Wita, mereka berlima menggunakan perahu tersebut tiba di teluk hasan Maubesi setelah mencari ikan di perairan Timor Leste.

"Kami berlima dalam posisi ngobrol santai. Tiba-tiba ada ombak hantam perahu fiber yang mereka tumpangi. Kami tidak sempat melihat setinggi apa ombak tersebut tapi temannya David Tefa tubuhnya dihantam ombak hingga terjatuh dari atas perahu ini," kisahnya.

Menurutnya, temannya David Tefa setelah terjatuh dari atas perahu ia bergegas naik kembali dengan maksud untuk mengeluarkan air dalam perahu. Usahanya sia-sia karena perahu tersebut dalam posisi miring ke arah Utara setelah dihantam ombak dari arah Selatan dan akhirnya tenggelam.

"Saya pada saat itu masih naik kembali ke atas perahu untuk turunkan jangkar. Sementara temannya David Tefa dan tiga teman lainnya sudah menunggunya di tengah laut setelah berusaha mengambil satu tutupan box ikan dan satu unit kulkas ikan yang terapung," jelasnya.

Disaksikan, mereka berempat pun harus berjibaku berenang melawan arus laut untuk mengambil box ikan dan kulkas ikan yang terapung mengikuti surutnya air laut ke arah Timur.

Baca juga: Pelajar Malaka Tewas Ditembak, KAN Masih Berpamitan Kepada Ibunya

"Dengan berupaya sekuat tenaga akhirnya empat orang temannya meraih atau mengambil box ikan dan kulkas ikan tersebut yang diperkirakan jarak dari tempat kejadian perkara atau tenggelamnya perahu tersebut sekitar 5-15 meter," bebernya.

Sementara, saya harus berenang melawan arus laut dari arah perahu menuju ke arah satu unit pelapung yang terapung. Jaraknya lumayan sekitar 2-5 meter.

Alhasil, sayapun meraih atau mengambil pelapung tersebut dan menggunakan bantuan pelapung saya berenang lagi ke arah empat orang temannya yang lagi menunggunya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved