Malaka Terkini
Nelayan Kletek Malaka Akui Tak Pernah Sulit Dapat Solar, Ini Rahasianya
Meski demikian, kerusakan mesin kapal di tengah laut tetap menjadi situasi yang cukup menegangkan bagi para nelayan.
Filmon menuturkan, dalam sekali melaut kapalnya biasanya menghabiskan sekitar 105 liter solar, meski dalam beberapa kesempatan bahan bakar tersebut tidak selalu habis digunakan.
“Untuk kapal saya ini sekali masuk melaut kami bisa pakai sampai 105 liter, itu pun biasa tidak habis,” ujarnya.
Selain tantangan cuaca ekstrem dan ombak besar, para nelayan juga mengaku pernah mengalami kerusakan mesin kapal saat berada di tengah laut. Namun sejauh ini mereka belum pernah mengalami kehabisan BBM di tengah perjalanan.
“Kalau kehabisan BBM di tengah laut itu kami belum pernah alami. Karena sebelum masuk melaut kita pastikan dulu stok BBM,” jelas Filmon.
Meski demikian, kerusakan mesin kapal di tengah laut tetap menjadi situasi yang cukup menegangkan bagi para nelayan.
Beruntung, kemajuan teknologi komunikasi saat ini cukup membantu mereka saat mengalami kendala di laut.
“Kalau mesin tiba-tiba rusak dan mati di tengah laut itu kita biasa panik juga. Tapi sekarang kan kita pakai HP, jadi biasa langsung kontak teman-teman untuk masuk bantu kita,” katanya.
Ia menambahkan, lokasi mereka melaut umumnya masih berada di wilayah yang memiliki jaringan telekomunikasi sehingga komunikasi darurat masih dapat dilakukan ketika terjadi masalah di laut.
“Karena kita biasa masuk itu tidak sampai di tempat-tempat yang sudah tidak ada jaringan,” pungkasnya. (ito)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Nelayan-Kletek-Malaka.jpg)