Sumba Timur Terkini
Permainan Makka Dipertandingkan dalam Pekan Budaya Sumba Timur
Guru pendamping Finda, Mbaya P. Lemba, mengatakan, tidak heran jika lomba gasing lebih banyak diikuti laki-laki dibanding perempuan.
Permainan Makka Dipertandingkan dalam Pekan Budaya Sumba Timur
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Dalam Pekan Budaya Daerah Sumba Timur yang dimulai pada Selasa (19/5), lomba gasing atau dalam bahasa setempat disebut makka menjadi salah satu mata lomba.
Gasing adalah salah satu permainan tradisional khas Sumba Timur.
Permainan ini terbuat dari kayu yang diukir menyerupai piramida terbalik. Tetapi ia bulat dengan ujung lancip.
Untuk memainkannya, dibutuhkan tali yang akan dililitkan rapat pada badan gasing, sebelum dilempar ke arah depan sampai berputar di tanah.
Baca juga: Pekan Budaya Daerah Angkat dan Lestarikan Warisan Budaya Sumba Timur
Umumnya permainan ini diikuti dua kelompok. Masing-masing kelompok berusaha menyingkirkan gasing lawan sambil terus berputar.
Tim yang menang akan mendapat dua poin. Begitu terus hingga pemenangnya ditentukan.
Perlombaan yang digelar di Museum Daerah DR H.C. Oemboe Hina Kapita ini diikuti sekitar 20 sekolah.
Setiap sekolah mengutus satu orang siswa. Sebagian besar peserta laki-laki.
Salah satu peserta lomba, Finda, usia 11 tahun, mengaku senang mengikuti permainan tersebut. Ia satu-satunya peserta perempuan.
“Saya senang bisa ikut main,” katanya singkat kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (19/5/2026).
Siswi SD Masehi Payeti 3 ini mengatakan, dirinya sudah terbiasa bermain gasing. Saat pulang ke kampung halamannya, ia kerap bermain gasing.
Juga di rumah bersama orangtuanya. Kadang ia bermain gasing di sekolah bersama teman-temannya.
Guru pendamping Finda, Mbaya P. Lemba, mengatakan, tidak heran jika lomba gasing lebih banyak diikuti laki-laki dibanding perempuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Makka-di-Sumtim.jpg)