Flores Timur Terkini
Konflik di Adonara Timur, Bupati Flores Timur Minta Warga Berhenti Andalkan Perang
Orang nomor satu di Kabupaten Flores Timur ini mengungkapkan, perang beberapa dekade terakhir terbukti gagal berujung pada penentuan hak atas tanah.
Ringkasan Berita:
- Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen angkat bicara terkait konflik lahan di dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur
- Bupati Anton meminta, agar warga berhenti mengandalkan perang sebagai cara penyelesaian masalah
- Perang beberapa dekade terakhir terbukti gagal berujung pada penentuan hak atas tanah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnoldus Welianto
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen angkat bicara terkait konflik lahan di dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu, 9 Mei 2026 lalu.
Bupati Anton dalam keterangannya di Maumere, Senin, 11 Mei 2026 siang menegaskan, tiga hal penting dan imbauan kepada warga dua desa di Adonara Timur yang tengah berkonflik.
Bupati Anton meminta, agar warga berhenti mengandalkan perang sebagai cara penyelesaian masalah.
"Stop mengandalkan perang sebagai cara penyelesaian masalah. Perang hanya bikin susah. Harga diri Lewo tidak perlu lagi ditunjukkan melalui keperkasaan perang," tegas Politis Partai NasDem ini.
Orang nomor satu di Kabupaten Flores Timur ini mengungkapkan, perang beberapa dekade terakhir terbukti gagal berujung pada penentuan hak atas tanah.
Perang akhir-akhir ini adalah perang yang semrawut, yang berbeda dengan perang adat murni pada masa lampau yang ditujukan untuk mencari kebenaran.
"Lebih baik omong baik-baik. Harus ada budaya omong, dialog. Harus ada kecerdasan mengelola emosi. Jika tidak, kita mewariskan sesuatu yang sangat buruk buat generasi masa depan kita," ujarnya.
Baca juga: Wakil Bupati Flores Timur Pertemukan Dua Kepala Desa di Adonara Timur, Minta Jangan Lagi Ada Konflik
Bupati di ujung timur Pulau Flores NTT ini menegaskan, kalau pemerintah dearth tidak membiayai pengobatan akibat perang.
"Kita tegas tidak membiayai pengobatan akibat perang. Pembuat keputusan Perang harus gentleman menanggung segala biaya. Perang sudah buat rugi Daerah, karena membiayai konsumsi aparat keamanan. Maka demi keadilan, kita tidak membiayai pengobatan korban perang. Kalau berutang, kita akan potong Alokasi Dana Desa. Pemerintah Desa harus bertanggung jawab atas urusan keamanan. Kalau cinta Lewotana Flores Timur, stop perang," paparnya.
Untuk diketahui, konflik susulan antara Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur pada hari Sabtu tanggal 9 Mei 2026 sekitar pukul 16.30 Wita bertempat di Jalan Trans Adonara wilayah Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. (awk)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Wakil Bupati Flores Timur Pertemukan Dua Kepala Desa di Adonara Timur, Minta Jangan Lagi Ada Konflik |
|
|---|
| Polres Flores Timur Lakukan Patroli Dialogis di Lokasi Konflik |
|
|---|
| 5 Orang Terluka, 12 Bangunan Hangus Terbakar dalam Bentrokan Antar Warga di Adonara Timur |
|
|---|
| Cegah Bentrok Lanjutan, Personil Gabungan TNI Dan Polri Evakuasi Warga Pasca Konflik Adonara Timur |
|
|---|
| Pasca Bentrokan Antar Warga di Adonara Timur, Polres Flores Timur Ajak Semua Pihak Jaga Kondusivitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Personil-Gabungan-TNI-dan-Polri-patroli-dititik-rawan-bentrok-Adonara-TimuR.jpg)