Selasa, 12 Mei 2026

Flores Timur Terkini

Konflik di Adonara Timur, Bupati Flores Timur Minta Warga Berhenti Andalkan Perang

Orang nomor satu di Kabupaten Flores Timur ini mengungkapkan, perang beberapa dekade terakhir terbukti gagal berujung pada penentuan hak atas tanah.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Personel Gabungan TNI dan Polri melakukan patroli di beberapa titik rawan bentrok di Kecamatan Adonara Timur, NTT, Minggu 10 Mei 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen angkat bicara terkait konflik lahan di dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur
  • Bupati Anton meminta, agar warga berhenti mengandalkan perang sebagai cara penyelesaian masalah
  • Perang beberapa dekade terakhir terbukti gagal berujung pada penentuan hak atas tanah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnoldus Welianto

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen angkat bicara terkait konflik lahan di dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu, 9 Mei 2026 lalu.

Bupati Anton dalam keterangannya di Maumere, Senin, 11 Mei 2026 siang menegaskan, tiga hal penting dan imbauan kepada warga dua desa di Adonara Timur yang tengah berkonflik.

Bupati Anton meminta, agar warga berhenti mengandalkan perang sebagai cara penyelesaian masalah.

"Stop mengandalkan perang sebagai cara penyelesaian masalah. Perang hanya bikin susah. Harga diri Lewo tidak perlu lagi ditunjukkan melalui keperkasaan perang," tegas Politis Partai NasDem ini.

Orang nomor satu di Kabupaten Flores Timur ini mengungkapkan, perang beberapa dekade terakhir terbukti gagal berujung pada penentuan hak atas tanah.

Perang akhir-akhir ini adalah perang yang semrawut, yang berbeda dengan perang adat murni pada masa lampau yang ditujukan untuk mencari kebenaran. 

"Lebih baik omong baik-baik. Harus ada budaya omong, dialog. Harus ada kecerdasan mengelola emosi. Jika tidak, kita mewariskan sesuatu yang sangat buruk buat generasi masa depan kita," ujarnya.

Baca juga: Wakil Bupati Flores Timur Pertemukan Dua Kepala Desa di Adonara Timur, Minta Jangan Lagi Ada Konflik

Bupati di ujung timur Pulau Flores NTT ini menegaskan, kalau pemerintah dearth tidak membiayai pengobatan akibat perang.

"Kita tegas tidak membiayai pengobatan akibat perang. Pembuat keputusan Perang harus gentleman menanggung segala biaya. Perang sudah buat rugi Daerah, karena membiayai konsumsi aparat keamanan. Maka demi keadilan, kita tidak membiayai pengobatan korban perang. Kalau berutang, kita akan potong Alokasi Dana Desa. Pemerintah Desa harus bertanggung jawab atas urusan keamanan. Kalau cinta Lewotana Flores Timur, stop perang," paparnya.

Untuk diketahui, konflik susulan antara Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur pada hari Sabtu tanggal 9 Mei 2026 sekitar pukul 16.30 Wita bertempat di Jalan Trans Adonara wilayah Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. (awk)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved