Sabtu, 9 Mei 2026

Ende Terkini

Nelayan Ende Dilarang Isi Solar di SPBU Pakai Jeriken

Menurut dia, kendala utama justru berasal dari cuaca buruk dan gelombang tinggi yang membuat banyak nelayan belum bisa turun melaut.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Aktivitas nelayan di Kabupaten Ende yang sedang mencari ikan. Nelayan di wilayah Arubara, Kabupaten Ende, mengeluhkan kesulitan memperoleh solar di SPBU akibat larangan pengisian BBM menggunakan jeriken. 

Ringkasan Berita:
  • Nelayan di wilayah Arubara, Kabupaten Ende, mengeluhkan kesulitan memperoleh solar di SPBU akibat larangan pengisian BBM menggunakan jerigen
  • Selama ini pasokan BBM untuk nelayan sebenarnya masih relatif aman dan aktivitas melaut tidak terlalu terganggu oleh ketersediaan solar

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE — Nelayan di wilayah Arubara, Kabupaten Ende, mengeluhkan kesulitan memperoleh solar di SPBU akibat larangan pengisian BBM menggunakan jerigen.

Ketua Nelayan Arubara, Fudin Ali, mengatakan selama ini pasokan BBM untuk nelayan sebenarnya masih relatif aman dan aktivitas melaut tidak terlalu terganggu oleh ketersediaan solar

Menurut dia, kendala utama justru berasal dari cuaca buruk dan gelombang tinggi yang membuat banyak nelayan belum bisa turun melaut.

“BBM tidak ada kendala besar, nelayan masih lancar pergi melaut. Cuma sekarang pengaruh ombak dan cuaca tidak mendukung, makanya banyak nelayan belum melaut,” ujar Fudin Ali melalui pesan WhatsApp, Jumat (8/5/2026).

Meski demikian, ia mengaku nelayan kerap mengalami kesulitan saat membeli solar di SPBU

Beberapa kali nelayan ditolak karena membawa jeriken untuk mengisi BBM.

Menurut Fudin, kondisi itu menyulitkan nelayan kecil yang menggunakan motor laut dan perahu tradisional.

“Namanya juga motor laut, masa harus bawa motor laut sama perahu ke tempat SPBU? Kadang mereka di SPBU tidak paham jalur itu. Mereka pikir nelayan beli untuk jual lagi,” katanya.

Baca juga: Sekolah Rakyat di Ende akan Dibangun di Tiwerea

Ia menjelaskan, nelayan selama ini membeli BBM menggunakan jeriken karena lokasi tambatan perahu jauh dari SPBU dan tidak memungkinkan kapal dibawa langsung ke lokasi pengisian.

Selain persoalan jeriken, nelayan juga mengeluhkan penggunaan kartu KASUKA yang dinilai belum efektif di lapangan.

Fudin mengatakan kartu KASUKA diterbitkan oleh Dinas Perikanan bekerja sama dengan Bank BRI sebagai pengganti kartu nelayan agar memudahkan akses pembelian BBM subsidi.

Namun kenyataannya, kata dia, kartu tersebut belum berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kadang nelayan bawa surat KASUKA yang diterbitkan dari Dinas Perikanan yang kerja sama dengan Bank BRI supaya lancar beli minyak. Tapi selama ini kartu itu tidak berfungsi dan di SPBU juga tidak dipakai,” ujarnya.

Menurut dia, saat sosialisasi, pihak dinas menyampaikan nelayan tidak perlu lagi meminta surat rekomendasi dari dinas perikanan jika sudah memiliki kartu KASUKA. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved