Jumat, 1 Mei 2026

Ngada Terkini

STIPER Flores Bajawa Jadi Motor Ilmiah di Balik Forum Konservasi Mbou Ngada

Keterlibatan STIPER Flores Bajawa melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) beri warna baru dalam Forum Konservasi Mbou

Tayang:
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
FORUM - STIPER Flores Bajawa saat menghadiri Forum Konservasi Mbau yang berlangsung di Aula Setda Ngada, Kamis 30 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Keterlibatan STIPER Flores Bajawa melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memberi warna baru dalam Forum Konservasi Mbou (Komodo) di Kabupaten Ngada. 
  • Kampus ini tidak hanya hadir sebagai mitra, tetapi menjadi motor penggerak berbasis riset yang memastikan setiap program konservasi berjalan dengan pendekatan ilmiah, terukur, dan berkelanjutan.
 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Keterlibatan STIPER Flores Bajawa melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memberi warna baru dalam Forum Konservasi Mbou (Komodo) di Kabupaten Ngada.

Kampus ini tidak hanya hadir sebagai mitra, tetapi menjadi motor penggerak berbasis riset yang memastikan setiap program konservasi berjalan dengan pendekatan ilmiah, terukur, dan berkelanjutan.

Peran tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Triwulan II Forum Konservasi Mbou (Komodo) dan spesies penting lainnya, yang digelar di Bajawa, Rabu (30/4/2026), dengan dukungan Program InFlores dan BBKSDA NTT Wilayah II Ruteng.

Forum ini menegaskan pentingnya penguatan koordinasi, edukasi, dan diseminasi terkait pengarusutamaan keanekaragaman hayati (KEHATI), khususnya Mbou (Sejenis komodo), sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Selain itu, pendampingan terhadap 10 Kelompok Tani Hutan (KTH) terus diperkuat, terutama dalam aspek pengembangan produk, branding, legalitas, hingga keberlanjutan usaha.

Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan konservasi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Forum juga mendukung komitmen Kementerian Kehutanan RI menjadikan Pulau Ontoloe, Riung, sebagai pusat pemulihan ekosistem komodo. Upaya ini akan diikuti dengan kegiatan tangkap–pasang chip–lepas komodo guna mengetahui jumlah populasi secara lebih akurat.

Tak hanya itu, pada Juli 2026 mendatang, Forum Konservasi Mbou bersama para pihak akan menggelar Festival Komodo Riung sebagai ajang promosi potensi komodo, wisata alam dan laut, budaya, serta produk UMKM dan KTH binaan masyarakat.

Di tengah berbagai agenda tersebut, kontribusi LPPM STIPER Flores Bajawa menjadi krusial dalam memastikan seluruh program berbasis pada kajian ilmiah.

Dosen sekaligus bagian dari LPPM, Viktoria Ayu Puspita, mengatakan pihaknya telah terlibat aktif dalam berbagai penelitian sejak program InFlores berjalan.

“Tahun 2025 kami telah melakukan kajian terkait potensi fitofarmaka, dan pada 2026 ini akan dilanjutkan dengan kajian tata niaga serta kapasitas produksi komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan di Kecamatan Riung,” ujar Viktoria Ayu Puspita.

Viktoria Ayu Puspita menjelaskan, LPPM berperan sebagai motor penggerak ilmiah yang mengoordinasikan sumber daya manusia agar setiap kegiatan forum memiliki standar metodologi yang jelas. Dengan demikian, forum tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi berbasis data.

Selain itu, LPPM juga memastikan hasil-hasil workshop tidak berhenti pada tataran konsep. Melalui penyusunan indikator keberhasilan dan pemantauan berkala, implementasi program di lapangan terus dievaluasi untuk menjamin dampak jangka panjang.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved