Jumat, 24 April 2026

Ende Terkini

PMKRI Lapor Bupati Ende di Kemendagri, Bupati Yosef: Tak Perlu Ditanggapi

Laporan tersebut berkaitan dengan tindakan intimidasi dan sebutan provokator yang diucapkan Bupati Yosef Badeoda kepada PMKRI Ende.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda akhirinya menanggapi laporan Ketua PMKRI Ende ke Kemendagri
  • Laporan tersebut berkaitan dengan tindakan intimidasi dan sebutan provokator yang diucapkan Bupati Yosef Badeoda kepada PMKRI Ende

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda akhirinya menanggapi laporan Ketua PMKRI Ende ke Kemendagri pada Senin (20/4/2026) lalu.

Laporan tersebut berkaitan dengan tindakan intimidasi dan sebutan provokator yang diucapkan Bupati Yosef Badeoda kepada PMKRI Ende.

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda yang dikonfirmasi Kamis (23/4/2025) menanggapi santai laporan tersebut.

"Biarkan saja. Tidak ada yang perlu ditanggapi," ujar Bupati Yosef singkat melalui pesan singkat.

Sebelumnya diberitakan, ketegangan antara pemerintah daerah dan kalangan mahasiswa di Ende, Nusa Tenggara Timur, kian memanas. 

Rangkaian peristiwa yang melibatkan aparat pemerintah, Satpol PP, hingga aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende kini tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi telah bergulir ke tingkat nasional.

Insiden bermula pada Minggu (13/4/2026), ketika Camat Ende Tengah Yofan Pasa bersama Lurah Paupire dan puluhan anggota Satpol PP mendatangi Margasiswa PMKRI di Jalan Wirajaya, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende tanpa pemberitahuan resmi. 

Kedatangan aparat dalam jumlah besar itu mengejutkan para aktivis yang tengah berada di sekretariat organisasi.

Presidium Hubungan Mahasiswa Katolik PMKRI Ende, Fransiskus Kasa, menuturkan, rombongan aparat datang dengan pendekatan yang dinilai represif. 

Mereka disebut langsung memasuki area sekretariat, melakukan pengepungan, hingga mendokumentasikan aktivitas di dalam Marga Juang.

“Kami kaget karena mereka datang tanpa pemberitahuan. Mereka masuk dan berkeliling sampai ke dapur, bahkan langsung mengambil video,” ujar Fransiskus.

Baca juga: JPU Ajukan Banding, Vonis Kasus Korupsi RSUD Ende Lebih Rendah dari Tuntutan

Dalam dialog singkat di lokasi, camat disebut menyampaikan, kedatangan mereka berkaitan dengan rencana aksi demonstrasi PMKRI Ende pada keesokan harinya. 

Aparat, menurut Fransiskus, mengingatkan agar aksi tidak berujung anarkis seperti sebelumnya.

Namun situasi memanas ketika aparat meminta identitas para mahasiswa berupa KTP dan surat domisili. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved