Kamis, 23 April 2026

TTU Terkini

Kepala SPPG Sasi 2 Sebut Penambahan Cakupan Program MBG Jadi Penyebab Dilakukan Perbaikan Dapur

Dikatakan Yuliana, perluasan infrastruktur bangunan ini dilaksanakan dengan tujuan bisa menampung jumlah cakupan yang bertambah.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
DITUTP SEMENTARA - Dapur SPPG Sasi 2 yang berlokasi di Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT Kamis, 23 April 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala SPPG Sasi 2 Yuliana Luisa Da Fonseca mengatakan, penambahan jumlah cakupan program MBG menjadi penyebab dilakukannya perbaikan dapur
  • Cakupan penerima manfaat di dapur itu sebanyak 1000 lebih
  • Dapur tersebut akan kembali beroperasi pasca perbaikan tuntas dilaksanakan

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sasi 2, Yuliana Luisa Da Fonseca mengatakan, penghentian operasional Dapur SPPG Sasi 2 lantaran dilakukan perluasan infrastruktur bangunan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur tersebut.

Perbaikan dilakukan lantaran ada penambahan jumlah cakupan penerima manfaat Program MBG yang ditangani dapur itu.

Dikatakan Yuliana, perluasan infrastruktur bangunan ini dilaksanakan dengan tujuan bisa menampung jumlah cakupan yang bertambah.

Sebelumnya, luas bangunan itu mencukupi untuk operasional.

Baca juga: Operasional Dua Dapur SPPG di Kabupaten TTU Dihentikan Sementara 

Sebelumnya, cakupan penerima manfaat di dapur itu sebanyak 1000 lebih. Saat ini, jumlah cakupan meningkat menjadi 2963 penerima manfaat.

"Cuma karena sekarang sudah bertambah jadi sudah mulai sempit di dalam. Jadi kami tambah untuk kasih luas," ungkapnya, Kamis, 23 April 2026.

Ia menerangkan, bangunan yang diperluas meliputi ruangan pengepakan dan pembersihan makanan. Penambahan luas diperkirakan 2 meter.

Yuliana menjelaskan, pihaknya melakukan pembangunan tambahan IPAL. Pasalnya, jumlah limbah cair meningkat pasca penambahan jumlah cakupan.

Saat ini, dapur itu menghasilkan limbah cair sebanyak 5000 liter per hari. Sebelumnya, IPAL bisa menampung produksi limbah cair karena cakupan penerima manfaat masih berkisar 1000 orang.

Menurutnya, penghentian operasional tersebut dilakukan sejak 14 April 2026 lalu. Perbaikan sedang berjalan hingga batas waktu yang belum dipastikan.

"Perbaikan infrastruktur ini meliputi perluasan ruangan pengepakan dan alat-alat yang sejak operasional ada yang rusak perlu diperbaiki," ungkapnya.

Dapur tersebut akan kembali beroperasi pasca perbaikan tuntas dilaksanakan. Setelah menyampaikan laporan ke BGN, dapur itu sudah bisa beroperasi kembali. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved