Selasa, 28 April 2026

Ende Terkini

TMMD Membawa Asa, Pelajar di Pelosok Ende: Terima Kasih Bapak Tentara 

Ada rasa kagum dan terima kasih yang terpancar dari raut wajah polos anak-anak sekolah dan warga Desa Fataatu Timur dan Desa Aelipo.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Dandim 1602 Ende Dandim 1602/Ende Letkol Inf Dwi Harry Wibowo, S.E., M.M.Si menyapa para pelajar usai apel pembukaan TMMD ke-128, Rabu (22/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sejak turun dari mobil, rombongan bapak-bapak tentara dari Kodim 1602 Ende disambut pagar betis puluhan pelajar SD dan SMP
  • Barisannya rapi dengan seragam putih merah dan putih biru, ada bendera merah putih kecil di tangan
  • Warga juga tidak mau kalah. Menyambut bapak-bapak tentara yang masuk desa, tanpa senjata, hanya tas ransel di pundak

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE  - Sejak turun dari mobil, rombongan bapak-bapak tentara dari Kodim 1602 Ende disambut pagar betis puluhan pelajar SD dan SMP di sebuah jalan rabat menuju SMP Negeri Detu Nggali di Desa Fataatu Timur, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Rabu (22/4/2026).

Barisannya rapi dengan seragam putih merah dan putih biru, ada bendera merah putih kecil di tangan.

Warga juga tidak mau kalah. Menyambut bapak-bapak tentara yang masuk desa, tanpa senjata, hanya tas ransel di pundak.

Ada rasa kagum dan terima kasih yang terpancar dari raut wajah polos anak-anak sekolah dan warga Desa Fataatu Timur dan Desa Aelipo.

Bapak-bapak tentara datang membawa harapan baru bagi pelajar dan warga di wilayah itu.

Desa ini merupakan desa yang berada di pelosok Kabupaten Ende bagian Utara yang berjarak kurang lebih 65,6 km dengan jarak tempuh 2 jam 6 menit dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Sejak masuk dari pertigaan Trans Utara Flores menuju lokasi TMMD ke-128 di Desa Fataatu Timur, jalan bebatuan mulai menemani perjalanan di tengah hutan yang tidak terlalu lebat dengan lahan persawahan warga di kiri kanan.

Baca juga: TMMD di Fataatu Timur, Tokoh Adat Apresiasi Kodim 1602/Ende

Mobil tidak bisa melaju dengan kencang, harus ekstra pelan karena jalanan rusak berat dengan bebatuan kecil yang kerap mengguncang kendaraan.

Setibanya di Kali Lowolaka, sebuah kali dengan air yang deras di musim panas yang kerap merepotkan pelajar dan warga setempat.

Apalagi saat musim hujan, aktivitas warga dan pelajar setempat nyaris lumpuh karena derasnya air di Kali Lowolaka.

Tidak jarang, pelajar dan warga harus nekat menerobos derasnya air di kali tersebut.

Ibu hamil yang hendak melahirkan di Kota Ende ataupun Puskesmas Welamosa yang jaraknya kurang lebih 10 km, juga harus nekat menerobos derasnya air Kali Lowolaka.

Pelajar kerap terpaksa diliburkan atau kalaupun nekat, harus dibantu orang dewasa atau orang tua untuk menyebrang, bahkan harus naik traktor yang biasa digunakan untuk membajak sawah.

Begitu pula dengan warga yang hendak bepergian menjual hasil bumi ke Kota Ende atau ibu kota kecamatan, harus nekat menerobos kali Lowolaka.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved