Jumat, 10 April 2026

Sumba Barat Daya Terkini

Asisten I Setda SBD Buka Kegiatan Pencanangan Program Desa Cantik 2026

Harapan keempat desa tersebut menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sumba Barat Daya dalam mengelola data secara profesional.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM
DATA VALID-Asisten I Setda SBD, Christofel Horo, S.H mengatakan perencanaan desa membutuhkan data valid agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran. 
Ringkasan Berita:
  • Asisten 1 Setda membuka kegiatan pencanangan Program Desa Cantik 2026
  • Sebut perencanaan pembangunan di desa membutuhkan data valid
  • program Desa Cantik hadir untuk meningkatkan literasi statistik aparatur desa agar data yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA - Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Asisten I Setda) Sumba Barat Daya, Christofel Horo, S.H secara resmi membuka kegiatan Pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026  di aula Kantor Kecamatan Kota Tambolaka,  Sumba Barat Daya, Kamis , 9 April 2026.

Kegiatan tersebut merupakan inisiasi bersama  Badan Pusat Statistik (BPS) dengan tujuan  untuk menjadikan desa sebagai subjek utama pembangunan melalui penyediaan data yang akurat, mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan.

Asisten I Setda Sumba Barat Daya, Christofel Horo dalam sambutannya mengatakan perencanaan pembangunan suatu desa berjalan baik bila didukung dengan data valid.

Keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada kualitas data yang tersedia. Tanpa data akurat maka perencanaan pembangunan suatu desa  berakibat tidak tepat sasaran.

Baca juga: Terkait Penerapan WFH, Sekda SBD Sebut Tunggu Petunjuk Bupati

Saat ini pembangunan desa menempatkan desa sebagai subjek utama. Karena itu, perencanaan dan pelaksanaannya harus didukung data yang valid.

Program Desa Cantik hadir untuk meningkatkan literasi statistik aparatur desa agar data yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa.

Dikatakan tahun 2026 ini, terdapat empat desa dari 173 desa se-Sumba Barat Daya terpilih menjadi pilot project pembinaan yakni Desa Watu Kawula, Wee Rena, Kadi Pada dan Desa Wee Londa.

Harapan keempat desa tersebut menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sumba Barat Daya dalam mengelola data secara profesional.

Untuk itu, ia juga  menekankan pentingnya peran agen statistik desa sebagai produsen data lapangan.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan BPS  Sumba Barat Daya, para Kepala Desa  dan jajaran perangkat daerah lingkungan Pemkab Sumba Barat Daya. (pet)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved