TTU Terkini
Penyelundupan BBM dan Barang Ilegal di Perbatasan, PMKRI Kefamenanu Duga Ada Jaringan Terstruktur
Dalam kegiatan investigasi tersebut, ditemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam lingkaran pemerintahan
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
Ringkasan Berita:
- PMKRI Cabang Kefamenanu melaksanakan investigasi di wilayah perbatasan Kabupaten TTU dan Negara Timor Leste Distrik Oecusse
- Dalam kegiatan investigasi tersebut, ditemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam lingkaran pemerintahan dalam aktivitas penyelundupan di perbatasan NKRI–Timor Leste
- Dugaan ini mengarah pada peran mereka sebagai pemodal bagi masyarakat yang menjalankan praktik penyelundupan BBM
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu angkat bicara ihwal dugaan penyelundupan barang ilegal yang kian marak terjadi di perbatasan RI-RDTL Distrik Oecusse.
Presidium GERMAS PMKRI Cabang Kefamenanu, Yohanes Niko Seran Sakan mengatakan, beberapa waktu lalu, PMKRI Cabang Kefamenanu melaksanakan investigasi di wilayah perbatasan Kabupaten TTU dan Negara Timor Leste Distrik Oecusse.
Dalam kegiatan investigasi tersebut, ditemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam lingkaran pemerintahan dalam aktivitas penyelundupan di perbatasan NKRI–Timor Leste.
Dugaan ini mengarah pada peran mereka sebagai pemodal bagi masyarakat yang menjalankan praktik penyelundupan BBM.
Menurutnya, berdasarkan pengakuan sejumlah warga, aktivitas ini berjalan lantaran adanya dukungan modal dari “orang dalam kekuasaan”. Secara tidak langsung praktik penyelundupan ini diduga tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki jaringan yang terstruktur.
"Aktivitas ini sebenarnya telah diketahui oleh sebagian aparat di wilayah perbatasan, namun hingga saat ini belum terlihat adanya tindakan tegas," ungkapnya, Sabtu, 4 Maret 2026.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, di area kilometer 9, Kota Kefamenanu, ditemukan peredaran bebas barang ilegal dari Timor Leste. Jenis barang yang paling umum meliputi rokok, minuman keras, dan pakaian bekas.
Baca juga: 117 Casis Polri Tahun 2026 Ikut Seleksi Administrasi di Polres TTU
PMKRI menduga dalam proses distribusi tersebut, ada dugaan keterlibatan oknum aparat yang turut mendukung kelancaran aktivitas ilegal ini.
Dikatakan Niko, masyarakat harus menyadari dinamika politik global yang terus bergerak. Potensi konflik antar negara maju semakin terbuka, dan dampaknya terhadap negara berkembang seperti Indonesia sangat besar, khususnya dalam sektor energi, mengingat tingginya ketergantungan terhadap impor minyak.
Bertolak pada fenomena tersebut di atas, praktik penyelundupan BBM yang terus terjadi di tingkat lokal seperti di Kabupaten TTU diprediksi bakal memperparah kondisi ke depan. Hal ini berarti Indonesia tidak hanya menghadapi tekanan global, tetapi juga sedang melemahkan ketahanan energi nasional dari dalam.
"PMKRI Cabang Kefamenanu mendesak adanya penindakan tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat, serta perbaikan sistem pengawasan di wilayah perbatasan guna menjaga kedaulatan dan ketahanan nasional," ungkapnya. (bbr)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Kepala SPPG Kefamenanu Tengah 1 Enggan Berkomentar Ihwal Penghentian Sementara Operasional |
|
|---|
| Operasional Dapur SPPG Sasi 2 Dihentikan Sementara, Siswa SMAN 2 Kefamenanu Bawa Bekal dari Rumah |
|
|---|
| Kepala SPPG Sasi 2 Sebut Penambahan Cakupan Program MBG Jadi Penyebab Dilakukan Perbaikan Dapur |
|
|---|
| Operasional Dua Dapur SPPG di Kabupaten TTU Dihentikan Sementara |
|
|---|
| Dugaan Penganiayaan Guru di Desa Kaubele, Kasatreskrim Polres TTU Sebut Masih Tahap Penyelidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Aparat-TNI-memeriksa-ball-press-yang-diamankan-di-perbatasan-Timor-Leste.jpg)