Sabtu, 2 Mei 2026

Malaka Terkini

Distribusi BBM di SPBU Labarai Malaka Tetap Normal

Ancaman krisis BBM sebagai dampak perang Timur Tengah tak berpengaruh terhadap distribusi BBM di SPBU Labarai Malaka.

Tayang:
Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
SPBU LABARAI - Para pengendara sedang mengantre untuk mengisi BBM di SPBU Labarai, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka pada Rabu (1/4/2026) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

Ringkasan Berita:
  • Ancaman krisis BBM akibat Perang Timor Tengah belum berdampak bagi distribusi BBM di sejumlah daerah termasi di SPBU Labarai Malaka
  • Aktivitas pengisian BBM di SPBU itu hingga Rabu (1/4/2026) terlihat normal seperti hari-hari sebeumnya.
  • Pengawas SPBU Labarai Malaka, Adi memastikanstok masih aman dan terkendali.

POS-KUPANG.COM, BETUN - Ancaman krisis BBM Baha Bakar Minyak ) akibatPerang Tim ur Tengah antara Iran vs Israel-Amerika Serikat belum berdampak terhadap distribusi BBM di Indonesia termasuk di SPBU Labarai Malaka, NTT.

Pelayanan distribusi BBM di SPBU hingga Rabu (1/4/2026), terpantau berjalan normal seperti hari-hari sebelumnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM di lokasi SPBU Labarai Malaka, menunjukkan aktivitas pengisian BBM berlangsung tertib. Para petugas SPBU melayani konsumen dengan menggunakan sistem barcode untuk setiap transaksi pengisian, baik untuk jenis Pertalite, Pertamax, maupun Bio Solar, khususnya bagi kendaraan roda empat atau mobil.

Para pengendara yang datang juga terlihat mengikuti antrean sesuai urutan. Tidak tampak adanya perebutan maupun penumpukan kendaraan yang berlebihan, sehingga proses pelayanan berlangsung lancar dan terkendali.

Baca juga: Dua Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintasi Selat Hormuz, Pemerintah Negosiasi dengan Iran

Pengawas SPBU 54.857.05 Labarai, Adi Bire Doko, saat diwawancarai POS-KUPANG.COM menjelaskan bahwa penerapan sistem barcode secara tidak langsung telah mengatur pembatasan pembelian BBM, khususnya untuk jenis Pertalite.

“Kalau kami pakai barcode, jadi sebenarnya sudah lama ada semacam pembatasan untuk BBM jenis Pertalite. Umumnya pengendara mengisi sesuai kebutuhan saja, rata-rata sekitar 40 liter sudah penuh, ada juga yang sampai 50 liter baru penuh,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax, tidak ada pembatasan khusus dan pembelian disesuaikan dengan kemampuan konsumen.

Terkait pencatatan nomor polisi kendaraan saat pengisian BBM, Adi menegaskan bahwa pihak SPBU tidak lagi melakukan pencatatan manual. 

Seluruh data kendaraan dan transaksi sudah otomatis terekam dalam sistem Pertamina melalui pemindaian barcode.

Baca juga: Pertamina Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi Kenaikan Harga BBM per 1 April 2026

“Tidak ada pencatatan manual karena semuanya sudah terekap dalam sistem saat barcode discan,” ujarnya.

Dalam hal pengawasan, Adi memastikan bahwa kondisi di SPBU Labarai masih aman dan terkendali. Hingga saat ini, tidak ditemukan indikasi adanya aktivitas penimbunan BBM.

“Selama ini tidak ada aktivitas yang mengarah ke penimbunan. Kalau pun ada yang membeli untuk dijual kembali, biasanya hanya pengecer dengan jumlah kecil, paling satu atau dua jerigen saja,” tambahnya. (ito).

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved