Selasa, 5 Mei 2026

NTT Terkini

Dandrem Hendro Cahyono Janji Bangun 13 Jembatan Garuda di Wilayah Teritorial

Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono berjanji akan bangun 13 Jembatan Garuda di wilayah teritorial Korem 161/Wira Sakti

Tayang:
POS-KUPANG.COM/POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON 
DANDREM - Danrem 161/Wira Sakti didampingi Dandim 1618/TTU dan unsur Forkopimda, Camat, Kepala Desa dan masyarakat saat melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, NTT, Senin, 30 Maret 2026 

Ringkasan Berita:
  • Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono mengatakan, sebanyak 13 Jembatan Garuda bakal dibangun di wilayah teritorial Korem 161/Wira Sakti. Anggaran pembangunan jembatan tersebut bersumber dari Presiden RI melalui TNI AD.
  • Sebanyak 13 unit Jembatan Garuda ini dibangun di beberapa wilayah komando distrik militer di wilayah Korem 161/Wira Sakti. Beberapa kodim tidak menjadi sasaran pembangunan jembatan tersebut.

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono mengatakan, sebanyak 13 Jembatan Garuda bakal dibangun di wilayah teritorial Korem 161/Wira Sakti. Anggaran pembangunan jembatan tersebut bersumber dari Presiden RI melalui TNI AD.

Sebanyak 13 unit Jembatan Garuda ini dibangun di beberapa wilayah komando distrik militer di wilayah Korem 161/Wira Sakti. Beberapa kodim tidak menjadi sasaran pembangunan jembatan tersebut.

"Kebetulan di wilayah Korem 161/Wira Sakti ini hanya dibangun jembatan perintis dengan jembatan beton," ungkap Hendro Cahyono, Senin (30/3), usai melakukan seremoni peletakan batu pertama Pembangunan Jembatan Garuda.

Sebanyak 13 Jembatan Perintis Garuda ini dibangun di Kabupaten TTU, Kabupaten Belu, Kabupaten Ende, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Ngada.

Rencananya, kata Hendro Cahyono, pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan dalam kurun waktu 30 hari. Jembatan tersebut diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat.

Berdasarkan testimoni masyarakat, lanjut Hendro Cahyono , selama 80 tahun lebih masyarakat setempat bertaruh nyawa melintasi Kali Noemuti untuk aktivitas di bidang pertanian, perekonomian, pendidikan maupun kegiatan sosial lainnya.

Sementara itu, Siswi Kelas XII SMA Katolik Santo Gabriel Noemuti, Benedikta Kosat menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI melalui, Kasad TNI, Pangdam IX/Udayana, Korem 161/Wira Sakti dan Dandim 1618/TTU yang telah menetapkan Desa Kiuola menjadi sasaran pembangunan jembatan tersebut.

Menurutnya, jembatan ini merajut kembali harapan mereka untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tanpa dihantui rasa takut. 

Selama ini, siswa-siswi yang berdomisili di Dusun II dan Dusun III, Desa Kiuola biasanya pergi ke sekolah dengan berjalan kaki menyeberang Kali Noemuti. Biasanya mereka tidak kesulitan menyeberang karena air hanya setinggi betis orang dewasa.

Pada musim hujan siswa-siswi di Dusun II dan Dusun III mengalami kendala utama yakni banjir. Apabila banjir hanya setinggi lutut pelajar, mereka bisa menyeberang kali.

Nyaris setiap hari mereka tidak pergi ke sekolah pada musim hujan apabila banjir melebihi lutut remaja. Demi menyeberangi kali itu, mereka terpaksa melepas sepatu dan memakainya kembali untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah.(bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved