Rabu, 8 April 2026

TTU Terkini

Banjir Rendam 18 Unit Rumah Warga Desa Oepuah Utara TTU

Warga terdampak banjir saat ini dihantui kekhawatiran apabila hujan lebat kembali melanda wilayah tersebut beberapa waktu ke depan

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon
Banjir merendam rumah warga RT 006 dan RT 007 Dusun II, Desa Oepuah Utara pada hari ketiga sejak pertama kali terjadi pada 23 Maret 2026 lalu 
Ringkasan Berita:
  • Banjir merendam 18 unit rumah warga di Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)
  • Hingga detik ini, banjir masih merendam rumah warga di Desa Oepuah Utara. Kendati demikian, debit air sudah turun perlahan
  • Warga terdampak banjir saat ini dihantui kekhawatiran apabila hujan lebat kembali melanda wilayah tersebut beberapa waktu ke depan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Banjir merendam 18 unit rumah warga di Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Banjir tersebut merendam rumah warga RT 006 dan RT 007, Dusun II pada Senin, 23 Maret 2026.

Hingga detik ini, banjir masih merendam rumah warga di Desa Oepuah Utara. Kendati demikian, debit air sudah turun perlahan.

Warga terdampak banjir saat ini dihantui kekhawatiran apabila hujan lebat kembali melanda wilayah tersebut beberapa waktu ke depan. Hal ini bisa menyebabkan dampak yang lebih parah.

Pejabat Kepala Desa Oepuah Utara, Gaspar Manu mengatakan, banjir terjadi pada Senin, 23 Maret 2026 sekira pukul 05.00 WITA. Hal ini menyebabkan mayoritas warga tidak sempat menyelamatkan harta benda milik mereka masing.

"Sampai detik ini banjir masih merendam rumah warga dengan ketinggian mata kaki sampai betis orang dewasa," ucapnya, Rabu, 25 Maret 2026.

Baca juga: Kadis Peternakan Bantah Keras Isu Fee Pengiriman Kuota Sapi di Kabupaten TTU 300.000 Per Ekor

Banjir tersebut terjadi karena air meluap dari Kali Kaubele pasca hujan deras melanda wilayah tersebut beberapa hari terakhir. Saat pertama kali terjadi banjir, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Warga tidak sempat menyelamatkan harta benda milik mereka karena sebagian warga masih tidur. Mereka kewalahan mengevakuasi harta benda lantaran air mengalir cukup deras.

Sejumlah perabot rumah tangga milik warga hanyut terbawa banjir. Pemerintah desa telah menyampaikan laporan bencana banjir tersebut kepada BPBD Kabupaten TTU

Beberapa orang warga terpaksa dievakuasi ke rumah keluarga yang selamat dari bencana banjir. (bbr)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved