Minggu, 26 April 2026

Ngada Terkini

Ketekunan Jadi Jalan Hidup Mama Rosalia di Pasar Bobou Bajawa

Nilai itu ia pegang teguh sejak puluhan tahun lalu, saat pertama kali menapaki dunia usaha sebagai pedagang kecil.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/POS KUPANG/CHARLES ABAR
MAMA ROSALIA - Mama Rosalia hari-harinya menjaga lapak jualan di Pasar Bobou Bajawa, Kabupaten Ngada. 

Ringkasan Berita:
  • Di sudut Pasar Bobou Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), perempuan yang akrab disapa Mama Rosalia itu tetap setia menjaga lapak sederhana miliknya
  • Bagi Rosalia (53), kesuksesan bukan soal seberapa besar hasil yang diraih, melainkan tentang ketekunan dan kerja keras yang dijalani tanpa mengenal lelah
  • Perjalanan usahanya tidak instan. Ia pernah menjajakan dagangan dari satu pasar ke pasar lain lintas kabupaten

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA — Bagi Rosalia (53), kesuksesan bukan soal seberapa besar hasil yang diraih, melainkan tentang ketekunan dan kerja keras yang dijalani tanpa mengenal lelah.

Nilai itu ia pegang teguh sejak puluhan tahun lalu, saat pertama kali menapaki dunia usaha sebagai pedagang kecil.

Di sudut Pasar Bobou Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), perempuan yang akrab disapa Mama Rosalia itu tetap setia menjaga lapak sederhana miliknya. Dari tempat itulah, ia merajut perjalanan panjang hidupnya, dari sekadar berdagang, hingga memahami makna perjuangan dan rasa syukur.

Perjalanan usahanya tidak instan. Ia pernah menjajakan dagangan dari satu pasar ke pasar lain lintas kabupaten. Dengan berjalan kaki, menumpang ojek, hingga naik bemo, Rosalia mengejar hari pasar demi menyambung hidup.

“Dulu saya jalan jualan dari pasar ke pasar. Banyak belajar dari situ,” kenangnya dengan senyum hangat saat ditemui di lapaknya, Selasa (17/03/2026).

Setelah menikah dengan suami asal Kecamatan Soa, Rosalia mulai merintis usaha beras dalam skala kecil. Beras yang dijualnya berasal dari petani setempat, sebagian lagi dari hasil sawah milik keluarga di Soa.

“Saya jual beras sejak awal menikah, anak masih satu dan masih kecil. Sekarang mereka sudah menikah semua, saya juga sudah punya cucu,” ujarnya.

Meski usia tak lagi muda, semangatnya tak pernah surut. Setiap pagi, ia berangkat dari Soa menuju Bajawa sekitar pukul 07.00 Wita menggunakan angkutan umum.

“Jam setengah delapan saya sudah di pasar, itu setiap hari,” tutur, Wanita asal Ende ini.

Dari berjualan beras, Rosalia kemudian mengembangkan usahanya dengan menjual kain tenun khas NTT. Di lapaknya kini tersedia beragam tenun dari berbagai daerah seperti Manggarai, Sumba, Sabu, Rote, Sikka, Ende, Nagekeo hingga Bajawa.

Usaha tenun itu bukan hal baru baginya. Ia melanjutkan jejak sang ayah yang sejak muda telah mendedikasikan hidup sebagai pedagang tenun keliling.

Bagi Rosalia, kunci utama dalam berusaha bukan hanya soal kerja keras, tetapi juga sikap hati.

Baca juga: Pedagang di Pasar Bobou Ngada Harap Pendidikan Gratis Agar Anak Tak Putus Sekolah

“Intinya jangan cemburu lihat rezeki orang lain. Tuhan sudah atur,” ungkapnya.

Ia percaya, kebahagiaan dalam usaha datang dari rasa syukur dan ketulusan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved