Senin, 1 Juni 2026

Timor Tengah Utara Terkini

30 Tahun Suster PRR di RSU Naob Melawan Stigma Penyakit Kusta 

Suster Krisanti mengatakan pertama kali melakukan pelayanan pengobatan pasien kusta, memanfaatkan pasar mingguan tepat pada Hari Senin.

Tayang:
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Apolonia Matilde
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
SUSTER PRR - Biarawati Katolik berpose di depan RSU Naob tempat mereka merawat pasien kusta dan menjaga warisan pendiri Kongregasi PRR. 

Ringkasan Berita:
  • RSU Naob di Desa Naob, TTU, awalnya rumah sakit khusus kusta pertama di NTT yang dilayani para Suster PRR sejak 1997
  • Para suster aktif menjangkau pasien hingga ke kebun dan pasar, serta melawan stigma bahwa kusta bisa disembuhkan
  • Pelayanan berkembang dengan dukungan tim medis luar negeri dan pembekalan keterampilan bagi eks pasien agar mandiri
  • Sejak 2024 menjadi RSU Tipe D Pratama dan bekerja sama dengan BPJS, meski masih menghadapi keterbatasan tenaga dan fasilitas

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 


POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Rumah Sakit Umum Naob yang terletak di Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sebelumnya adalah Rumah Sakit Khusus Kusta pertama di NTT sekaligus satu-satunya di Pulau Timor.

Beberapa orang pasien kusta terlihat duduk di emperan kamar tempat mereka beristirahat. Beberapa orang pasien lainnya berpapasan dengan penulis ketika berjalan di koridor menuju ruang Yayasan Bunda Pembantu Abadi. Mereka menggunakan tongkat untuk menopang langkah secara perlahan.

Patung Bunda Maria berdiri tegak menghadap pintu gerbang menegaskan identitas RSU ini. RSU Naob dikelola oleh para Biarawati Katolik dari Kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR)

Biarawati Katolik Perwakilan Manajemen RSU Naob bersama Suster Krisanti PRR. Biarawati ini merupakan seorang Fisioterapi di RSU tersebut.

Para suster PRR pertama kali masuk berkarya di wilayah Desa Naob pada 7 Oktober 1996. Kendati RSU Naob baru dibangun pada tahun 2007 namun, karya pelayanan terhadap pasien kusta telah dilaksanakan sejak tahun 1997.  

Ketika pertama kali bermisi di wilayah itu, para suster menetap di salah satu rumah milik kongregasi mereka di Desa Naob. Pada tahun 1997 kongregasi membangun sebuah klinik di wilayah itu. Klinik ini melayani pengobatan pasien umum dan sekaligus memperkenalkan karya pelayanan untuk penyakit kusta. Sejak dibangunnya klinik tersebut, pelayanan dan proses pelacakan pasien kusta mulai dilaksanakan. 

Suster Krisanti menuturkan, keputusan menetapkan misi pelayanan untuk pasien kusta digaungkan pertama kali menjelang perayaan 40 tahun berdirinya Kongregasi PRR. Para pimpinan kongregasi membahas tentang upaya menghidupi kembali karya warisan pendiri kongregasi itu, yakni Mgr. Gabriel Manehat SVD.

Pada saat itu, diputuskan bahwa tempat misi pelayanan pasien kusta di tanah kelahiran pendiri yakni Pulau Timor. Mereka kemudian memilih tempat tersebut karena di sekitar wilayah itu, terdapat sebuah pemukiman orang kusta.

Lokasi pemukiman orang kusta ini yakni Kampung Bele, Desa Maurisu Utara. Saat itu, pemerintah menempatkan sebanyak 25 kepala keluarga yang terjangkit kusta di wilayah itu.

Keputusan ini juga bertujuan mendekatkan pelayanan kepada orang kusta. Selain pelayanan, lokasi ini juga dipandang strategis untuk pengembangan keterampilan dan kreativitas pasien kusta pasca sembuh.

Orang kusta yang telah pulih, dibekali sejumlah pelatihan dan keterampilan agar mereka memiliki keterampilan dan kreativitas ketika kembali ke masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Langkah awal melakukan pelayanan penyakit kusta adalah berkunjung ke desa-desa, puskesmas-puskesmas dan bekerja sama dengan pihak kecamatan. Langkah sosialisasi ini bertujuan menyampaikan pesan bahwa, penyakit kusta dapat disembuhkan, cara merawat pola hidup bersih dan penyakit kusta bukan penyakit keturunan.

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved