Breaking News
Rabu, 6 Mei 2026

TTU Terkini

DBD di Timor Tengah Utara Capai 36 Kasus

Pauyulia menerangkan, semua kasus ini tersebar di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten TTU. 

Tayang:
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon
Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Pauyulia Alfira, SST 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melonjak drastis dalam kurun waktu sebulan. Saat ini kasus DBD mencapai 36 kasus.

Sebelumnya, pada 23 Januari 2026 lalu DBD di Kabupaten TTU tercatat sebanyak 8 kasus. Hal ini membutuhkan perhatian serius.

Demikian disampaikan Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Pauyulia Alfira, SST saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Kamis, 26 Februari 2026.

Pauyulia menerangkan, semua kasus ini tersebar di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten TTU

Dalam upaya mengatasi peningkatan kasus DBD tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU dan semua puskesmas rutin memberikan sosialisasi, penyuluhan, dan kunjungan ke masyarakat. 

Ia mengakui, ada potensi peningkatan kasus DBD dalam kondisi perubahan cuaca beberapa waktu terakhir. Pasalnya, perubahan cuaca ini berdampak pada perkembangan Nyamuk Aedes Aegypti.

Baca juga: Kadis Nakertrans TTU Beberkan Mekanisme Pendaftaran Bekerja di Luar Daerah dan Luar Negeri 

"Sehingga kebersihan lingkungan itu perlu diperhatikan," ucapnya.

Saat ini Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3M Plus, melakukan fogging, dan menaburkan larvasida di daerah-daerah yang rawan. 

Pauyulia menegaskan, hingga saat ini belum ada korban jiwa yang disebabkan oleh kasus DBD di Kabupaten TTU. Semua pasien DBD berhasil ditangani tenaga medis.

Ia meminta masyarakat Kabupaten TTU untuk waspada terhadap penyebaran penyakit DBD ini. Selain itu masyarakat juga mesti memperhatikan kebersihan di rumah maupun di pekarangan rumah.

Merespon potensi peningkatan kasus tersebut, Pauyulia mengimbau masyarakat memperhatikan tempat-tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti seperti selokan, dan tempat penampungan air serta sampah kaleng bekas di sekitar pemukiman.

"Jadi prinsip 3M harus benar-benar dilaksanakan untuk mencegah DBD," ujarnya.

Selain itu, apabila anak-anak mengalami gejala panas segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas atau polindes ataupun rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan agar yang bersangkutan bisa mendapatkan pertolongan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved