Ngada Terkini
Dua Keluarga Jangan Balas Dendam Kasus Penikaman di Boawae
Keluarga korban dan terduga pelaku penikaman di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, untuk tidak melakukan aksi balas dendam
Ringkasan Berita:
- Kapolsek Boawae, Ipda Ferdi Leonard Mina Belo, meminta keluarga korban dan terduga pelaku penikaman di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, untuk tidak melakukan aksi balas dendam pascakejadian tragis yang merenggut satu korban jiwa.
- Kapolsek Boawae, Ipda Ferdi Leonard Mina Belo, mengatakan, pihak kepolisian telah memberikan arahan tegas kepada keluarga besar kedua belah pihak agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri maupun aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi keamanan.
Laporan ReporterPOS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, MBAY – Kapolsek Boawae, Ipda Ferdi Leonard Mina Belo, meminta keluarga korban dan terduga pelaku penikaman di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, untuk tidak melakukan aksi balas dendam pasca kejadian tragis yang merenggut satu korban jiwa.
Kapolsek Boawae, Ipda Ferdi Leonard Mina Belo, mengatakan, pihak kepolisian telah memberikan arahan tegas kepada keluarga besar kedua belah pihak agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri maupun aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi keamanan.
“Kami sudah mengimbau keluarga korban dan pelaku untuk sama-sama menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” ujar Ipda Ferdi.
Polsek Boawae juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna membantu aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut agar tetap kondusif.
Leonard mengatakan, dalam rencana tindak lanjut penanganan perkara, kepolisian akan melakukan penyelidikan secara profesional dan mendalam. Polisi juga berkoordinasi dengan dokter RSU Pratama Raja, Kecamatan Boawae, untuk mempercepat proses visum et repertum (VER) terhadap jenazah korban.
Selanjutnya, pihak kepolisian akan segera melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Ngada terkait proses hukum berikutnya. Kapolsek Boawae, Ipda Ferdi menambahkan, saat ini jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka.
Sementara itu, terduga pelaku telah diamankan di Polsek Boawae untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Diketahui, tempat tinggal korban dan terduga pelaku berada di wilayah yang sama dan saling berdekatan.
“Meski demikian, hingga saat ini situasi keamanan di Kecamatan Boawae terpantau aman dan terkendali. Kasus penikaman tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian,” kata Leonard.
Untuk diketahui, peristiwa penikaman tersebut terjadi Kamis (29/1) pagi di sebuah pondok atau rumah kebun milik BW (55) yang terletak di Sabinage, RT 07, Desa Raja Timur, Kecamatan Boawae.
Akibat insiden berdarah itu, seorang pria berinisial DJ (69), warga Wala Ae E’a, RT 04, Desa Raja, Kecamatan Boawae, meninggal dunia. Korban sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Pratama Raja sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. (bet)
| Dari Turnamen Watutura Cup II di Ngada Diharapkan Lahirkan 'Marselino Baru' |
|
|---|
| STIPER Flores Bajawa Ungkap Hubungan Ekonomi Warga dan Konservasi Riung, Ini Temuan Penelitinya |
|
|---|
| Program SMK Membangun Desa di Kelurahan Lebijaga Bajawa Dapat Apresiasi |
|
|---|
| Berkat Program SMK Membangun Desa, Warga Lebijaga Sulap Labu Jadi Keripik Bernilai Jual |
|
|---|
| Tiga Hari Berdayakan Warga, Program SMK Membangun Desa di Ngada Cetak Kelompok Usaha Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/himbauan-polisi-jangan-balas-dendam.jpg)