TTU Terkini
Cuaca Ekstrem, Nelayan Wini Diimbau Tidak Melaut
Imbauan tersebut dikeluarkan pasca cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Ryan Nong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Desa Humusu Wini, Petrus Kolo mengimbau masyarakat di Pesisir Pantai, Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) agar tidak melaut beberapa waktu ke depan.
Imbauan tersebut dikeluarkan pasca cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.
Menurutnya, imbauan ini juga menindaklanjuti surat imbauan dari Bupati TTU ihwal kesiapsiagaan potensi bencana Hidrometeorologi Basah.
"Saat ini tidak ada nelayan di Desa Wini yang pergi melaut. Karena cuaca ekstrem," ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Dampak Cuaca Ekstrem Nelayan di Mauloo Sikka Sudah Empat Hari Tidak Melaut
Ia menjelaskan, semua perahu milik nelayan telah ditambatkan di darat mengantisipasi gelombang tinggi dan angin kencang beberapa waktu terakhir. Selama satu pekan ini para nelayan tidak pergi melaut.
Dikatakan Petrus, masyarakat setempat dilanda cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi. Sementara intensitas hujan sedang sampai lebat terjadi satu pekan terakhir.
Sejumlah pohon di Desa Humusu Wini tumbang akibat angin kencang. Bersyukurnya mayoritas pohon tumbang ini terjadi di ruas jalan Wini-Atambua.
Pekan lalu, kata Petrus, satu unit rumah milik warga bernama Lukas Adu di RT 015, RW 002, Desa Humusu Wini tertimpa pohon. Rumah milik warga Desa Humusu Wini itu alami kerusakan.
Ia menjelaskan, atap rumah tersebut mengalami kerusakan. Sedangkan dinding rumah tersebut dilaporkan dalam keadaan baik.
Beberapa hari terakhir wilayah Pantura Kabupaten TTU dilanda angin kencang, hujan serta gelombang tinggi. Para nelayan di wilayah itu tidak pergi melaut selama cuaca ekstrem ini.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU, Octho Nule mengimbau masyarakat Kabupaten TTU tingkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang sedang terjadi di Kabupaten TTU, Provinsi NTT.
Imbauan ini menindaklanjuti arahan Presiden RI dan rapat koordinasi Kepala BNPB bersama Mendagri, semua Kepala BPBD se provinsi dan se kabupaten/kota seluruh Indonesia beberapa waktu lalu. Imbauan tersebut berkaitan dengan persiapan menghadapi cuaca ekstrem Bulan Desember lalu sampai beberapa bulan ke depan.
Dalam rapat tersebut pemerintah kabupaten diminta untuk mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi Basah dimana pemerintah daerah diminta melakukan pemetaan terhadap daerah rawan potensi Hidrometeorologi Basah.
"Jadi di setiap wilayah kabupaten/kota harus melakukan pemetaan dari situ kami menindaklanjuti dengan mengeluarkan surat kepada semua camat dan kepala desa agar mengimbau seluruh masyarakat untuk siap siaga menghadapi Bencana Hidrometeorologi Basah ini," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pohon-tumbang-tindih-rumah-di-Humusu-Wini.jpg)