Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Lembata Terkini

Dua Desa di Lembata Berisiko Jika Ile Werung Alami Erupsi Eksplosif

Ada dua desa yang letaknya dekat dengan Gunung Ile Werung. Salah satu desa bahkan lebih berisiko lantaran ketiadaan akses evakuasi darat.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM
Gunung Ile Werung di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, NTT, naik status dari normal ke waspada, Minggu, 30 Novemver 2025. Warga diminta waspada dan mematuhi radius aman. 
Ringkasan Berita:
  • Sekretaris Camat Atadei Mikael Boli menyebutkan dua desa di dekat Gunung Ile Werung berisiko jika gunung tersebut meletus
  • Dua desa tersebut adalah Desa Lerek dan Desa Dulir yang berjarak kurang lebih 3 meter
  • Masyarakat diminta agar tetap waspada dan mematuhi arahan pemerintah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Gunung Ile Werung di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan aktivitas gempa dan dinaikkan statusnya dari level I (normal) ke level II (waspada).

Peningkatan status oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) pada Minggu (30/11/25) itu menjadi perhatian serius untuk mengambil langkah mitigasi sedini mungkin.

Mitigasi awal lewat imbauan terbuka mulai dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Atadei ke desa-desa di sekitar gunung itu, Senin (01/12/25).

Sekretaris Camat (Sekcam) Atadei, Mikael Boli, menuturkan ada dua desa yang letaknya dekat dengan Gunung Ile Werung. Salah satu desa bahkan lebih berisiko lantaran ketiadaan akses evakuasi darat.

"Ada dua desa, yaitu Desa Lerek dan Desa Dulir yang jaraknya kurang lebih 3 kilometer," ujarnya kepada wartawan via sambungan telepon.

Mikael menuturkan, Desa Dulir dan Desa Lerek berada di ketinggian, sementara Gunung Ile Werung yang terpacak di dekat pantai arah selatan Lembata.

Menurutnya, jika peningkatan aktivitas gempa hingga terjadi erupsi eksplosif ke arah barat, Desa Dulir menjadi wilayah yang paling berisiko lantaran jalur evakuasi harus melewati Gunung Ile Werung.

"Kalau Lerek ini akses untuk menjauh ke desa lain lebih mudah, sementara Desa Dulir sepertinya terjebak, mau ke Lerek harus lewati gunung, dan itu hanya satu-satunya jalan," ungkapnya.

Pihaknya sedang membangun koordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Lerek dan Dulir untuk mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi arahan pemerintah.

Baca juga: Terjadi Gempa Signifikan, Gunung Ile Werung di Lembata Naik Status Waspada

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi, Lana Saria, menyebut Gunung Ile Werung mengalami peningkatan kegempaan vulkanik dalam, yaitu sejak 1 sampai 28 November 2025.

Dalam periode itu, jelasnya, terjadi 7 kali gempa vulkanik dalam, 27 kali gempa tektonik lokal, 18 kali gempa terasa, dan 108 kali gempa tektonik jauh.

"Aktivitas hembusan asap kawah masih tidak teramati, begitu pula dengan bualan di bawah laut terutama sekitar areal Gunung Hobal dan Gunung Weitiar," ujarnya lewat laporan khusus.

Pada 29 November 2025, aktivitas kegempaan Ile Werung kembali terekam signifikan yaitu 23 kali kejadian.

Hal ini mengindikasikan tekanan dari dalam tubuh Ile Werung akibat meningkatnya aktivitas magmatik atau adanya migrasi magma dari kedalaman dalam ke kedalaman dangkal.

Saria mengungkapkan potensi bahaya letusan Gunung Ile Werung yang bersifat eksplosif atau dahsyat dengan ancaman berupa awan panas, aliran lava, lontaran batu (pijar), gas beracun di kawasan puncak.

"Harus diwaspadai potensi bahaya berupa aliran lava dan lontaran material bawah laut terutama sekitar area Gunung Hobal dan Gunung Wetitar. Dampak yang dapat ditimbulkan dapat berupa peningkatan muka air laut di sekitar area," tuturnya.

Gunung Ile Werung adalah gunung berapi yang terletak di bagian selatan dari Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Gunung Ile Werung merupakan kubah terbuka Gunung Ile Adowajo sebelum gunung besar dengan ketinggian lebih dari 1.000 Mdpl ini meletus hebat dan sebagian runtuh di sisi tenggaranya pada waktu yang tidak diketahui. 

Sisa-sisa puncak gunung ini berada di utara Gunung Ile Werung yang dikenal dengan Gunung Mauraja sedangkan Gunung Ile Adowajo hanya menjadi 300 Mdpl.

Pada tahun 1870 terjadi letusan di Gunung Ile Adowajo membentuk kubah Gunung Ile Werung yang sekarang. Sejak muncul 1870 gunung ini terus tumbuh hingga memiliki tinggi 586 Mdpl. 

Gunung Ile Werung tercatat pernah meletus pada tahun 1870, 1910, 1928, 1948, 1949, 1950, 1951 dan 1999. Dilihat dari sejarah letusannya, gunung Ili Werung mempunyai perioda letusan terpendek 1 tahun, periode terpanjang adalah 40 tahun (antara tahun 1870-1910), rata-rata adalah 26 tahun. (cbl)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved