Editorial
EDITORIAL: Dukung PSN Ngada dan Persada SBD
PSN Ngada dan Persada Sumba Barat Daya melenggang ke babak 32 besar Putaran Nasional Liga 4, Piala Presiden 2026. Persena Nagekeo gagal lolos.
Ringkasan Berita:
- PSN Ngada dan Persada Sumba Barat Daya melenggang ke babak 32 besar Putaran Nasional Liga 4, Piala Presiden 2026. Satu tim lainnya, Persena Nagekeo gagal lolos.
- Hasil ini tentu sangat membanggakan. Gengsi sepakbola NTT di mata nasional tetap terjaga. Tetap ada klub asal NTT yang masih bersaing dengan 30 klub lainnya di sepakbola kasta keempat di Indonesia ini.
- Tahun lalu, Persebata Lembata dan Bintang Timur Atambua juga berhasil lolos ke babak kedua. Persebata bahkan berhasil lolos ke Liga 3.
POS-KUPANG.COM - PSN Ngada dan Persada Sumba Barat Daya melenggang ke babak 32 besar Putaran Nasional Liga 4, Piala Presiden 2026. Satu tim lainnya, Persena Nagekeo gagal lolos.
Hasil ini tentu sangat membanggakan. Gengsi sepakbola NTT di mata nasional tetap terjaga. Tetap ada klub asal NTT yang masih bersaing dengan 30 klub lainnya di sepakbola kasta keempat di Indonesia ini.
Tahun lalu, Persebata Lembata dan Bintang Timur Atambua juga berhasil lolos ke babak kedua. Persebata bahkan berhasil lolos ke Liga 3. Sementara Bintang Timur Atambua tertahan di babak 16 besar.
Ada banyak catatan yang mesti dibahas dan ditelaah terkait lolosnya dua tim asal NTT ini. Berlabel semi profesional, Liga 4 ini memiliki jadwal yang cukup panjang. Tim peserta tak hanya akan bermain di satu tempat. Lolos ke putaran kedua, lapangan pertandingan pun akan berubah.
Kondisi ini akan berubah terus hingga babk final. Artinya, tim harus menyiapkan dana yang besar untuk menyambut event ini. Tak hanya tiket ke sana sini, makan minum, transportasi lokal, gaji pemain dan ofisial serta pengeluaran tak terduga lainnya sudah harus dihitung tuntas.
Nilainya bisa mencapai miliaran rupiah. Dan, kalau sudah berani melangkah, tak bisa dihindari lagi. Di sinilah peran manajemen atau bisa disebut PSSI Ngada dan PSSI Sumba Barat Daya.
Teringat tahun lalu, seluruh masyarakat NTT bangga dengan capaian Persebata Lembata. Lolos hingga tinggi, kerinduan anak-anak NTT untuk melihat timnya bermain di Liga 2 sebentar lagi akan terwujud. Namun, faktor non teknis lah yang kemudian membuat Persebata tak bisa melangkah jauh.
Persebata pulang dan kembali merangkak dari bawah. Bahkan, di akhir kompetisi Liga 3, sempat beredar isu suap di kubu Persebata. Dan, Komisi Disiplin PSSI pun harus turun tangan menyelesaikannya.
Kita tentu tak ingin hal ini terjadi lagi di kubu PSN Ngada dan Persada SBD. Anak-anak NTT punya kualitas. PSN bahkan lolos dengan status juara grup. PSN Ngada juga punya histori prestasi pernah menjadi runner-up Liga Nusantara.
Sama halnya dengan Persada. Tim ini mungkin baru, tapi nama Adnan Mahing bukan orang baru di sepakbola Indonesia. Malang melintang di berbagai klub nasional saat masih bermain, Adnan juga pelatih pertama yang mengangkat Adiyaksa Farmel yang kini lolos ke Liga 1.
Untuk itu, sekali lagi, peran manajemen sangat dibutuhkan. Harus ada strategi untuk mendapatkan uang. Mendapatkan pemasukan untuk menutupi pengeluaran yang akan sangat besar.
Sekarang bukan saatnya lagi untuk hanya sekadar mengharapkan dana dari APBD. Dalam semangat efisiensi ini, jumlahnya tidak akan besar. Dan, tentu terbatas. Ini yang harus diantisipasi.
Ada banyak cara yang seharusnya bisa dilakukan. Sebut saja menggandeng pihak ketiga atau sponsor. Kalau di NTT tidak ada perusahaan atau pihak swasta yang mensponsori, bisa dijajaki dari luar.
Bisa juga dengan menggandeng komunitas suporter. Dan, ini seharusnya penting dilakukan, karena mengandung risiko biaya yang kecil. Ajak suporter untuk urungan. Asalkan dengan argumentasi yang masuk akal, dengan fanatisme bola yang cukup tinggi, ada keyakinan kalau para suporter akan siap mendukung.
Kalau pendanaan tidak bisa diatasi, kita akan melihat nasib serupa seperti Persebata akan dialami oleh PSN dan Persada. Pemkab Ngada dan SBD tentu sudah memikirkan hal ini. Olahraga (sepakbola) bukan lagi sekadar hiburan atau prestasi. Ada banyak efek yang muncul dari prestasi olahraga.
Optimisme karena kualitas bermain yang bisa diadu, sudah dimiliki dua tim sepakbola asal NTT ini. Namun itu saja tidak cukup. Masih butuh dana miliaran rupiah untuk membuat mereka bisa melangkah lebih jauh.
Kita pasti berharap banyak kepada PSN dan Persada. Kalau Persebata tertahan di Liga 3, dua tim ini minimal salah satunya harus lolos ke Liga 2. Itu tidak hanya sekadar impian kosong, tetapi harus tercapai.
Semangat menjadi tuan rumah PON XXII 2028, membuat euforia sepakbola di NTT sedang meningkat. Mari kita sama-sama mendukung PSN dan Persada mengantar mereka menuju level sepakbola yang lebih tinggi. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Skuad-PSN-Ngada-foto-bersama-sebelum-laga-melawan-Persikotas.jpg)