Senin, 1 Juni 2026

Wisatawan Asing Jatuh di Labuan Bajo

Identitas Dua Wisatawan Austria yang Jatuh di Cunca Wulang Labuan Bajo

Polres Manggarai Barat kini tengah mendalami kasus dua turis WNA tewas di tempat pariwisata air terjun Cunca Wulang Labuan Bajo.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
DUGAAN KELALAIAN PENGELOLA - Kondisi jembatan kayu di Cunca Wulang Labuan Bajo. Polres Manggarai Barat Usut Dugaan Kelalaian Pengelolah Penyebab dua turis WA tewas di Cunca Wulang, Labuan Bajo 

"Mereka berjalan beriringan sambil tersenyum hangat ke arah kamera. Mereka sempat meminta saya, 'Tolong ambil video kami dari belakang saat kami menyeberang jembatan ini, ya," kenang Muhardin dengan suara bergetar dan tatapan mata yang masih menyiratkan trauma mendalam saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

Baru sekitar 10 meter melangkah di atas bentangan jembatan gantung, struktur kayu yang menjadi tumpuan kaki mereka mendadak patah.

"Tiba-tiba terdengar suara kayu patah yang sangat keras—seperti dahan pohon besar yang tumbang. Dalam hitungan detik, jembatan langsung ambruk total. Saya melihat mereka berdua jatuh bebas ke bawah dan langsung menghantam batu-batu sungai yang besar di dasar jurang," tutur Muhardin yang langsung berlari kembali ke pos tiket untuk berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Sekretari Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Benediktus Hartono menuturkan saat dua wisatawan yakni Jurgen dan Astrid sedang melintas pada jembatan yang tingginya diperkirakan 10 meter itu, tiba-tiba bagian penyangga bawah patah. 

Akibatnya, sebagian papan jembatan ikut ambruk dan menyeret kedua wisatawan jatuh ke dasar kali berbatu di bawah jembatan dan meninggal seketika. 

“Korbannya langsung jatuh mengenai batu besar di bawah jembatan. Memang kondisi di lokasi dipenuhi bebatuan,” ujarnya.

Atas peristiwa ini pemandu lokal yang mendampingi rombongan wisatawan disebut menjadi saksi utama dalam insiden itu. 

Ia mengatakan keterangan awal, rombongan wisatawan sebelumnya sempat melintas tanpa kendala. Namun saat giliran rombongan wisatawan asal Austria melintas, jembatan mendadak roboh.

Menurut Benediktus, kondisi jembatan sebelumnya dinilai masih layak digunakan. Ia menyebut kerusakan pada bagian penyangga tidak terlihat dari permukaan.

“Secara kasat mata jembatan masih layak dilintasi karena bagian penyangga yang usang tidak terlihat dari atas. Apalagi jembatan ini sudah pernah direnovasi pada tahun 2023,” katanya.

Ia menduga ambruknya jembatan dipicu beban berlebih yang menyebabkan bagian penyangga patah.

“Kemungkinan karena beban berlebihan sehingga penyangganya patah,” tambahnya.

Dua wisatawan asal Austria itu dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Kinj dua jenazah kedua wisatawa sudah dievakuasi di RSUD Komodo, Labuan Bajo

Sementara itu, pihak Polres Manggarai Barat telah meminta sejumlah saksi, termasuk aparat desa, untuk memberikan keterangan terkait insiden maut tersebut.

Objek wisata alam Cunca Wulang diketahui dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Jarak dari pusat kota Labuan Bajo ke Desa Cunca Wulang sekitar satu jam lebih perjalanan. (moa)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved