Kantor Desa di TTU Terancam Longsor
Kalaksa BPBD TTU Sebut Panjang Longsor di Desa Batnes 40 Meter
Yosep berencana membangun koordinasi dengan Pemkab TTU melalui Dinas PMD untuk mencari solusi atas persoalan ini.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Felismino Askeli menegaskan, intensitas hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan tanah longsor terjadi di Desa Batnes tepatnya di belakang Kantor Desa Batnes, Kecamatan Musi, Kabupaten TTU NTT. Longsor terjadi sepanjang 40 meter.
Tim BPBD Kabupaten TTU telah turun ke lokasi untuk meninjau langsung bencana longsor tersebut. Mereka sudah melakukan pengukuran dan pendataan terhadap dampak bencana itu.
Longsor tersebut terjadi di wilayah RT 005, RT 003, Desa Batnes. Selain meninjau langsung lokasi itu, mereka juga bertemu dengan Kepala Desa Batnes dan jajaran untuk mengumpulkan informasi ihwal peristiwa itu.
"Itu perlu penanganan cepat karena mengancam fasilitas umum yakni kantor desa," ungkapnya.
Baca juga: Longsor Ancam Kantor Desa Batnes, Kepala Desa Bakal Bangun Koordinasi dengan Pemda TTU
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Batnes, Yosep Suni mengatakan, pihaknya bersama Pemdes beberapa waktu terakhir berupaya untuk mengantisipasi hal ini melalui pemasangan bronjong. Kendati demikian, kondisi ekstrem yang melanda wilayah itu menyebabkan longsor kembali terjadi.
Wilayah Desa Batnes rawan longsor. Kondisi wilayah yang rawan bencana ini tidak didukung oleh alokasi anggaran transfer dana desa yang terus dipangkas oleh pemerintah pusat.
"Anggaran dana desa untuk fisik juga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Yosep.
Bersama Pemdes Batnes, lanjutnya, mereka terus berupaya agar longsor tersebut bisa ditangani secepat mungkin. Pasalnya, apabila bangunan tersebut roboh, aktivitas pelayanan kepada masyarakat bakal lumpuh.
Kendati demikian, ia berharap, Pemda TTU melalui BPBD Kabupaten TTU bisa memberikan solusi berupa alokasi anggaran untuk pembangunan bronjong. Pasalnya, longsor itu mengancam fasilitas umum kantor desa.
Sementara itu, Kepala Desa Batnes, Yosep Tefnai mengatakan, kondisi bencana longsor yang mengancam Kantor Desa Batnes terlihat cukup parah. Pemerintah desa sedang berupaya mencari solusi untuk membangun kembali bronjong penahan itu.
Usai menerima informasi itu, Yosep melaporkan kejadian itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU. Tim BPBD di bawah pimpinan Kalaksa telah meninjau langsung lokasi itu. Lokasi longsor itu membutuhkan penanganan cepat.
"Karena bronjong ini harapan terakhir mencegah bangunan ini ikut terdampak longsor," ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026 malam.
Ia menuturkan, sejauh ini alternatif relokasi bangunan mengantisipasi kejadian lanjutan merupakan pilihan yang cukup sulit. Pasalnya, efisiensi anggaran menyebabkan pembangunan gedung baru merupakan sebuah kemustahilan.
Yosep berencana membangun koordinasi dengan Pemkab TTU melalui Dinas PMD untuk mencari solusi atas persoalan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tanah-longsor-di-Batnes.jpg)