Rabu, 13 Mei 2026

Longsor di Malaka

Longsor Terus Meluas di Looneke Malaka, Delapan Rumah Warga Rusak Parah

Longsor yang terjadi secara bertahap itu telah menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah rumah warga

Tayang:
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
BENCANA LONGSOR - Anggota polisi dan warga saat menyaksikan kondisi rumah yang rusak akibat bencana longsor yang menghantam kawasan permukiman warga di Looneke, Desa Babotin, Kabupaten Malaka, Rabu (13/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bencana longsor yang terjadi di Looneke, Desa Babotin, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka
  • Longsor yang terjadi secara bertahap itu telah menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah rumah warga
  • Sedikitnya terdapat delapan rumah warga yang terdampak langsung akibat bencana tersebut

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Bencana longsor yang terjadi di Looneke, Desa Babotin, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir, kini semakin mengkhawatirkan. 

Longsor yang terjadi secara bertahap itu telah menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah rumah warga dan memaksa sebagian keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.

Pantauan POS-KUPANG.COM di lokasi kejadian pada Rabu (13/5/2026), sedikitnya terdapat delapan rumah warga yang terdampak langsung akibat bencana tersebut dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. 

Ada rumah yang mengalami retakan pada bagian lantai dan tembok, ada pula yang kondisinya sudah nyaris ambruk karena berada tepat di bibir longsoran tanah yang terus meluas.

Baca juga: BREAKING NEWS: Longsor Terjang Pemukiman Warga Looneke Malaka Sejumlah Rumah Rusak Parah

Sebagian warga yang rumahnya mengalami kerusakan paling parah kini telah mengosongkan rumah mereka dan memilih mengungsi ke rumah kerabat yang dianggap lebih aman. 

Namun, ada juga beberapa warga yang masih bertahan tinggal di rumah meskipun kondisi bangunan sudah sangat mengkhawatirkan.

Situasi paling memprihatinkan terlihat pada empat rumah warga yang kini terpaksa dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. 

Pembongkaran dilakukan untuk menyelamatkan material bangunan yang dinilai masih bisa digunakan kembali seperti seng, bebak, kayu, dan bahan bangunan lainnya.

Baca juga: Dinsos Malaka Salukan Bantuan Terhadap Masyarakat yang Terdampak Bencana Longsor di Desa Kereana

Rumah-rumah yang dibongkar tersebut tampak mengalami kerusakan sangat parah. Tembok rumah pecah berantakan, sementara bagian lantai rumah terbelah akibat pergeseran tanah yang terus terjadi setiap kali hujan turun.

Bencana longsor tersebut berada di RT 002, Dusun Looneke A, yang diketahui dihuni sebanyak 12 kepala keluarga. Ketua RT 002 Dusun Looneke A, Margareta Lotu, mengatakan longsor yang terjadi bukanlah peristiwa baru, melainkan sudah berlangsung bertahap dan terus meluas.

“Longsor ini bukan hanya terjadi satu kali. Tapi dia terjadi secara bertahap setiap kali hujan. Saat ini sudah ada delapan KK yang terkena langsung,” ujar Margareta saat diwawancarai di lokasi kejadian.

Menurutnya, kondisi rumah warga yang terdampak sangat beragam. Ada rumah yang mengalami kerusakan berat hingga pemiliknya harus mengungsi, ada pula rumah yang kini menggantung di tepi longsoran tanah yang menganga cukup luas.

Baca juga: Pemkab Malaka Investigasi Longsor di Babotin Selatan, Akses Jalan Vital Segera Diperbaiki

“Sudah ada empat rumah sekarang sudah dibongkar untuk amankan bahan-bahan yang masih bisa dipakai karena kondisi rumahnya rusak parah. Warga pemilik rumah-rumah itu kini sudah pindah dan tinggal di keluarga yang ada,” jelasnya.

Selain empat rumah tersebut, Margareta juga menyebut masih ada satu rumah warga lainnya yang mengalami kerusakan sangat parah namun belum dibongkar.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved