Kamis, 14 Mei 2026

Longsor di Malaka

Longsor Terus Meluas di Looneke Malaka, Delapan Rumah Warga Rusak Parah

Longsor yang terjadi secara bertahap itu telah menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah rumah warga

Tayang:
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
BENCANA LONGSOR - Anggota polisi dan warga saat menyaksikan kondisi rumah yang rusak akibat bencana longsor yang menghantam kawasan permukiman warga di Looneke, Desa Babotin, Kabupaten Malaka, Rabu (13/5/2026). 

Seluruh barang milik keluarga tersebut telah dipindahkan ke rumah adat yang berada di sekitar lokasi dan untuk sementara mereka tinggal di tempat itu.

“Kalau tiga rumah lain yang juga terdampak saat ini mereka masih tinggal tetap di rumah mereka. Namun bagian rumah mereka juga terlihat keretakan cukup parah di bagian lantai dan tembok,” katanya.

Baca juga: BERITA POPULER : Longsor Terjang Desa Kereana, Dua Warga Kupang Ditangkap, Siswa Surati Presiden RI

Adapun warga yang rumahnya terdampak langsung akibat longsor tersebut antara lain Regina Bano, Emanuel Maksi Hane, Blandina Basa, dan Antonius Bau.

Rumah milik Regina Bano mengalami retakan pada bagian lantai dan tembok. Pada bagian belakang rumah, tembok terlihat mulai terpisah dari bangunan utama dan kini menggantung tepat di tepi longsoran tanah yang sudah menganga cukup luas.

Rumah milik Emanuel Maksi Hane juga mengalami keretakan serius pada tembok dan lantai rumah. Sementara rumah Blandina Basa mengalami keretakan pada bagian lantai akibat pergeseran tanah.

Kondisi paling parah dialami Antonius Bau. Rumahnya kini telah dikosongkan dan dirinya bersama keluarga memilih tinggal sementara di rumah adat yang berada tepat di depan rumah mereka.

Baca juga: Rumah Warga Desa Kereana Malaka Terdampak Longsor, Tembok dan Lantai Retak Hingga Terbelah

 Bangunan rumah tersebut tampak rusak berat dengan tembok pecah berantakan dan lantai rumah terbelah sehingga dinilai sangat membahayakan jika tetap dihuni.

Sementara itu, empat rumah warga lainnya yang telah dibongkar masing-masing milik Hilarius Lonis, Baltasar Masan, Petrus Klau Bau, dan Markus Manek.

Keempat rumah tersebut mengalami kerusakan hampir serupa, yakni tembok pecah dan lantai rumah terbelah parah akibat pergerakan tanah.

Para pemilik rumah akhirnya memilih mengungsi ke rumah keluarga terdekat untuk menyelamatkan diri sambil menunggu adanya bantuan maupun penanganan lebih lanjut dari pemerintah.

Margareta mengaku kondisi tersebut telah dilaporkan kepada pemerintah desa agar dapat diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Malaka untuk segera mendapatkan perhatian.(ito).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved