Hardiknas 2026
Penggunaan HP Siswa Dibatasi, Gubernur Luncurkan Pergub Jam Belajar
Momentum peringatan Hardiknas 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi NTT untuk memperkuat fondasi pendidikan berbasis keluarga.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba pidato Bahasa Inggris, story telling, dan cerdas cermat. Selain itu, masyarakat juga menikmati pelayanan cek kesehatan gratis dari Puskesmas Batakte, penampilan tari daerah, Ja’i bersama, pembukaan rekening gratis bagi pelajar, serta kunjungan ke stan UMKM.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kampung Adat Paukate, Desa Keligejo, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada menjadi momentum lahirnya harapan besar tentang pemerataan pendidikan di Indonesia.
Harapan itu disampaikan Theresa, siswi SMPN 1 Aimere, yang meminta agar pendidikan berkualitas tidak hanya dirasakan anak-anak di perkotaan, tetapi juga menjangkau pelajar di daerah pelosok dan wilayah pegunungan.
“Hari Pendidikan Nasional bagi saya adalah hari memperingati guru-guru yang telah berjasa di dunia pendidikan,” ujarnya.
Menurut Theresa, pendidikan merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting bagi masa depan generasi muda. Karena itu, seluruh anak Indonesia harus memperoleh kesempatan belajar yang sama tanpa dibatasi lokasi tempat tinggal.
“Harapan saya sebagai pelajar, agar pendidikan berkualitas ke depan bisa menjangkau anak-anak di pelosok yang sedang berjuang di tengah keterbatasan, seperti di wilayah pegunungan. Semoga mereka merasakan apa yang kami rasakan,” katanya sembari menyebut keterbatasan sarana prasarana, akses dan pemenuhan MBG.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan gizi bagi siswa melalui program Menu Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, masih ada sejumlah daerah yang belum menikmati program tersebut, termasuk wilayah Aimere.
“Terkait MBG, masih banyak daerah yang belum dapat, seperti kami di Aimere juga. Pendidikan itu membutuhkan gizi yang baik, dan sangat dibutuhkan oleh siswa di sini,” ujarnya.
Selain upacara, peringatan Hardiknas di Aimere juga berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan kegiatan pelajar. “Kegiatan Hardiknas hari ini cukup meriah, banyak juga acara seni,” katanya.
Di akhir pesannya, Theresa mengajak seluruh pelajar Indonesia untuk terus menjunjung tinggi pendidikan dan berjuang meraih cita-cita. “Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk seluruh pelajar di Indonesia, junjung terus pendidikan dan gapai cita-citamu,” tutupnya.
Lantik PPPK
Dalam rangka Hardiknas 2026, sebanyak 1554 guru PPPK paruh waktu menerima SK pengangkatan dari Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T di lapangan apel Kantor Bupati SBD.
Ribuan guru PPPK paru waktu itu nampak bahagia karena sudah dua bulan lamanya menanti setelah pada Februari 2026, ribuan tenaga teknis dan kesehatan PPPK paru waktu telah menerima SK.
Tak lupa, para guru PPPK paru waktu mengabadikan momentum tersebut dengan berfoto di depan Kantor Bupati Sumba Barat Daya dengan menunjukan map berisi SK pengangkatannya sebagai guru paru waktu.
Gusti, Ivon dan Agnes, tiga guru paru waktu yang ditemui sesaat setelah berpose di depan kantor bupati mengatakan, sudah lama menjadi guru honor di Sumba Barat Daya. Rata-rata lama mengajar antara 5 - 8 tahun lamanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Hardiknas-2026-di-ttu.jpg)