Hardiknas 2026
Penggunaan HP Siswa Dibatasi, Gubernur Luncurkan Pergub Jam Belajar
Momentum peringatan Hardiknas 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi NTT untuk memperkuat fondasi pendidikan berbasis keluarga.
Dalam kunjungan tersebut, Johni Asadomaberkeliling dari satu stan ke stan lainnya yang menampilkan beragam produk hasil kreativitas para siswa.
Johni Asadoma didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, serta Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Ayub Sanam serta serta sejumlah perangkat daerah lainnya.
Di setiap stan, Johni Asadoma berdialog dengan para siswa. Ia menggali informasi terkait proses pembuatan produk, mulai dari bahan yang digunakan hingga teknik produksi yang diterapkan.
Menurut Johni Asadoma, hasil karya siswa SMK harus mampu melampaui sekadar ajang pameran dan diarahkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis serta daya saing di pasar.
“Usaha dari anak-anak SMK ini harus terus dikembangkan supaya punya nilai ekonomis. Mereka juga dilatih menjadi tenaga terampil, sehingga setelah lulus bisa mandiri dan berwirausaha,” ujar Johni Asadoma.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Johni Asadoma bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah turut membeli berbagai produk yang dijual oleh siswa.
Soroti Program MBG
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga menggelar Hardiknas 2026 di Lapangan Kantor Bupati Rote Ndao. Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua."
Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan bertindak sebagai inspektur upacara menerangkan, Hardiknas menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
"Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi ajang meneguhkan dan menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional," pungkas Apremoi Dudelusy Dethan saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Muti, M.Ed.
Apremoi Dudelusy Dethan menyampaikan, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui lima strategi utama pembelajaran mendalam yakni pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan guru.
Usai upacara, dilanjutkan pemotongan tumpeng serta penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba tingkat SD dan SMP. Pada lomba Foti tingkat SD, SD Inpres Tuabolok meraih juara I, disusul SD Negeri Oemilal, SD Inpres Eahun dan SD Inpres Moklain. Sementara di tingkat SMP, juara I diraih SMP Negeri 1 Landu Leko, diikuti SMP Negeri 2 Rote Timur, SMP Negeri 2 Lobalain dan SMP Negeri 1 Rote Tengah.
Untuk lomba bertutur cerita rakyat berbahasa daerah tingkat SD, juara I diraih SD Lalukoen, diikuti SD Danolon, SD Landeoe dan SD Bandu. Adapun di tingkat SMP, juara I diraih SMP Negeri 3 Rote Barat, disusul SMP Negeri 2 Rote Barat, SMP Negeri Satap Bo'a dan SMP Negeri Satap Daiama.
Bupati Kupang, Yosef Lede memimpin upacara peringatan Hardiknas 2026 di Lapangan Sepak Bola Batakte, Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat.
Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Kupang untuk menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Hardiknas-2026-di-ttu.jpg)