Kamis, 30 April 2026

NTT Terkini

PLN, Pemda, dan IESR Bersatu Kawal Transisi Energi di Rote Ndao

Berdasarkan kajian mendalam dari IESR—sebuah lembaga think-tank independen yang fokus pada advokasi dan kebijakan energi berkelanjutan

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pertemuan bersama pemda, PLN , RSUD Ba'a dan IESR untuk membedah masa depan energi di Kabupaten Rote Ndao. 

POS-KUPANG,COM, BAA - PT PLN (Persero) terus mempertegas langkahnya sebagai garda terdepan transisi energi hijau di Indonesia. Dalam sebuah pertemuan strategis di Aula Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis (23/04), PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao duduk bersama Pemerintah Kabupaten, Institute for Essential Services Reform (IESR), dan manajemen RSUD Ba’a untuk membedah masa depan energi di wilayah paling selatan Nusantara tersebut.

Berdasarkan kajian mendalam dari IESR—sebuah lembaga think-tank independen yang fokus pada advokasi dan kebijakan energi berkelanjutan—Rote Ndao menyimpan potensi Energi Terbarukan (EBT) yang luar biasa besar, mencapai 2.686,32 MW.

Kekuatan alam ini bersumber dari hembusan angin pesisir (Wind Onshore & Offshore) sebesar 2.492 MW serta paparan surya melalui tenaga surya terapung (Floating PV) sebesar 194,32 MW.

Hadir mewakili Pemerintah Daerah, Asisten 1 Setda Rote Ndao, Petson Soleman Hangge, S.Sos., menekankan bahwa transisi energi adalah kunci bagi keberlangsungan hidup masyarakat di "Pulau Sejuta Lontar". Dengan ketergantungan yang tinggi pada sektor pertanian dan perikanan, Rote Ndao sangat rentan terhadap ancaman perubahan iklim.

"Visi kami adalah mengubah wajah ekonomi Rote Ndao. Pemanfaatan angin dan surya bukan sekadar tentang lampu yang menyala, tapi tentang menghadirkan teknologi hijau yang mampu mendongkrak produktivitas nelayan dan petani kita," ungkap Petson.

Langkah strategis ini juga menjadi bahan bakar bagi upaya penurunan angka kemiskinan yang telah menunjukkan tren positif sepanjang 2020–2025. Dengan pasokan listrik yang andal dan bersih, Rote Ndao berpeluang bertransformasi menjadi pusat produksi hidrogen hijau dunia sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya secara berkelanjutan.

Apresiasi terhadap dedikasi PLN juga datang dari sektor kesehatan. Oskar Karyantono, S.Gz, M.Kes, selaku perwakilan manajemen RSUD Ba’a, menyampaikan terima kasih atas keandalan listrik yang tetap terjaga meski di tengah tantangan geografis.

"Kami melihat upaya maksimal tim PLN di lapangan agar fasilitas kesehatan tetap beroperasi tanpa kendala, meskipun ada keterbatasan logistik bahan bakar fosil di pulau ini. Transisi energi ke sumber lokal akan sangat membantu stabilitas layanan kami," tuturnya.

Baca juga: Maknai Hari Buruh, Puluhan Teknisi PLN Lintas Provinsi Bersinergi Bangun Listrik Desa di Sumba

Merespons harapan tersebut, Manager PLN ULP Rote Ndao, Yohanes Fernandes Lay, menyatakan bahwa hasil kajian IESR ini menjadi kompas penting dalam mengawal proses perubahan ini.

"Kami menyadari bahwa masa depan energi ada pada sumber daya terbarukan. Data ini membuat kami semakin mantap untuk bergerak memperkuat infrastruktur energi bersih demi kemakmuran masyarakat Rote," ujar Yohanes.

Senada dengan hal itu, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan kesiapan perusahaan untuk memimpin transisi energi menuju Net Zero Emission pada 2060.

"Rote Ndao akan menjadi prototipe pengembangan pulau berkelanjutan. Kami tidak hanya mengikuti arus perubahan, kami yang memimpinnya. PLN hadir untuk mengonversi potensi alam menjadi energi yang menggerakkan roda ekonomi rakyat," tegas Eko.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang inklusif ini, kemandirian energi di Rote Ndao kini bukan lagi sekadar impian, melainkan langkah nyata menuju kesejahteraan yang selaras dengan kelestarian alam. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved