Minggu, 26 April 2026

NTT Terkini

UNICEF Dorong Pemerintah Optimalkan Imunisasi Anak di NTT 

Kepala Kantor UNICEF Perwakilan NTT-NTB, Yudhistira Yewangoe mengatakan, terus mendukung Pemerintah untuk mrmberikan Imunasi Anak di NTT

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ irfan hoi/Irfan Hoi
IMUNISASI ANAK DI NTT - Rice, seorang warga di Kota Kupang bersama anaknya usai menerima imunisasi dalam peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2026. Sabtu, (25/6/2026). UNICEF Dorong Pemerintah Optimalkan Imunisasi Anak di NTT  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG – United Nations Children's Fund ( UNICEF ) mendorong Pemerintah mengoptimalkan Imunisasi Anak, NTT termasuk menjangkau anak-anak hingga wilayah pelosok. 

Kepala Kantor UNICEF Perwakilan NTT-NTB, Yudhistira Yewangoe mengatakan, pihaknya terus mendukung Pemerintah untuk pemberian imunisasi bagi anak-anak. Itu sejalan dengan mandat PBB yakni pemenuhan hak anak. 

"Imunisasi adalah hak anak untuk mendapat hidup yang sehat. Khusus untuk NTT meskipun sudah perkembangan positif tapi masih jauh dari target yang diharapkan," katanya, Sabtu (25/4/2026) di Kupang. 

Dia mengatakan, UNICEF akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah agar target 80 persen anak menerima imunisasi itu bisa tercapai. Yudhistira menyebut kendala imunisasi lengkap di NTT itu cukup berat. 

Hal itu, menurut dia karena jangkauan atau geografis NTT yang berbasis kepulauan. Kesulitan menjangkau anak-anak di daerah pedalaman memang menjadi kendala. 

Baca juga: Perkuat Peran Akademisi, Workshop Kapasitas Dosen untuk Program Imunisasi Berbasis Gender

Selain itu, dari sisi budaya dan persepsi masyarakat. Terkadang, kata dia, imunisasi dianggap tidak penting. Sehingga orang tua cenderung tidak membawa atau terlambat mengikuti imunisasi. 

"Pencatatan anak-anak. NTT jumlah anak yang sudah memiliki akta kelahiran itu cukup rendah. Karena itu, memperngaruhi juga pendataan anak-anak," katanya. 

Yudhistira mengatakan, selain mendukung dalam pemberian imunisasi, UNICEF juga melaksanakan program mendukung Pemerintah untuk pencatatan melalui akta kelahiran. Salah satunya adalah pemberian akta kelahiran bagi anak-anak ketika lahir di rumah sakit. 

Dia menegaskan, UNICEF juga terus mendukung Pemerintah terutama dalam menjaga vaksin imunisasi yang tetap terjaga. Sisi lain, dia mendorong Pemerintah agar meningkatkan kualitas sumber daya serta edukasi dan advokasi masyarakat. 

Yudhistira mengatakan, di tengah kondisi global yang penuh tantangan, mulai dari perang di berbagai belahan dunia hingga tekanan ekonomi yang menyebabkan kenaikan harga kebutuhan hidup.

"Kita dihadapkan pada pilihan-pilihan penting. Salah satunya adalah memastikan kesehatan anak-anak kita tetap terlindungi," katanya. 

Baca juga: Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap di NTT 63,4 Persen, Dinkes Kejar Target 85 Persen Tahun 2026

Dia menjelaskan, memberikan imunisasi adalah salah satu strategi paling efektif dan hemat biaya. Bayangkan, ketika harga kebutuhan meningkat, dan seorang anak jatuh sakit karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin.

Dalam kondisi itu, beban biaya pengobatan akan jauh lebih besar. Baginya, imunisasi bukan hanya melindungi kesehatan, tetapi juga melindungi ekonomi keluarga.

Yudhistira menyampaikan, di Indonesia, pemerintah telah menyediakan imunisasi secara gratis. Itu merupakan investasi besar negara untuk masa depan generasi bangsa. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved