NTT Terkini
Pertamina Ungkap Pemicu Kenaikan Harga LPG: Faktor Global dan Biaya Distribusi
kenaikan harga terjadi akibat penyesuaian harga keekonomian serta meningkatnya biaya pengiriman, khususnya dari ekspedisi kapal kontainer.
Ringkasan Berita:
- Pihak PT Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan kenaikan harga LPG di pasaran dipicu sejumlah faktor, baik dari sisi global maupun distribusi
- Kenaikan harga terjadi akibat penyesuaian harga keekonomian serta meningkatnya biaya pengiriman, khususnya dari ekspedisi kapal kontainer
- Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti ketergantungan impor LPG, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Pihak PT Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan kenaikan harga LPG di pasaran dipicu sejumlah faktor, baik dari sisi global maupun distribusi.
Ia mengatakan, kenaikan harga terjadi akibat penyesuaian harga keekonomian serta meningkatnya biaya pengiriman, khususnya dari ekspedisi kapal kontainer.
“Kenaikan harga dari ekspedisi sudah terjadi sejak akhir tahun 2025 karena eskalasi global yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia,” ujarnya kepada POS-KUPANG.COM(23/4/2026)
Selain itu, penyesuaian harga keekonomian mulai diberlakukan sejak 18 April 2026.
Dari sisi harga, terjadi kenaikan untuk LPG nonsubsidi. Untuk tabung 5,5 kg, kenaikan berada pada kisaran Rp17 ribu per tabung, sementara tabung 12 kg naik sekitar Rp36 ribu per tabung. Di sisi lain, biaya pengiriman dari Surabaya ke Kupang juga meningkat, berkisar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per tabung.
Baca juga: Warga Kota Kupang Keluhkan Kenaikan Harga LPG 12 Kg, Bebani Pengeluaran Rumah Tangga
Ahad menambahkan, kenaikan ini juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti ketergantungan impor LPG, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta penyesuaian harga solar industri yang berdampak pada ongkos distribusi kapal.
“Sebagian LPG masih impor dan kurs rupiah melemah, ditambah biaya operasional distribusi ikut naik,” jelasnya.
Terkait kemungkinan kenaikan lanjutan, Pertamina menyebut harga akan terus dievaluasi berdasarkan faktor pembentuk harga agar tetap berada pada tingkat keekonomian yang wajar. (uan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Kadis Koperasi dan UMKM NTT Soal Tudingan Suap Rp2 Miliar: Itu Bahan Lelucon |
|
|---|
| Komisioner KPID NTT Silahturahmi ke Balmon Kelas I Kupang |
|
|---|
| PMKRI Kupang Kecam Pemecatan Sepihak di KONI NTT |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebutuhan BBM Subsidi Khusus Petani Rote Ndao Terpenuhi |
|
|---|
| Program Studi D4 Teknologi Budidaya Perikanan Siapkan Lulusan Siap Kerja Berbasis Teknologi Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kelangkaan-gas-LPG-12-kilogram-dalam-sepekan-terakhir-mulai-dikeluhkan.jpg)