NTT Terkini
PMKRI Kupang Kecam Pemecatan Sepihak di KONI NTT
Pemecatan juga berpotensi mengganggu stabilitas persiapan NTT sebagai tuan rumah PON 2028.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Kupang (PMKRI Kupang) mengecam pemecatan sepihak empat pegawai KONI NTT.
Ketua PMKRI Kupang Apolinaris Mau dalam pernyataannya menyebut bahwa pemecatan sepihak tanpa melalui prosedur terhadap empat pegawai itu tidak hanya mencederai prinsip keadilan, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas persiapan NTT sebagai tuan rumah PON 2028.
Baca juga: Lebih dari 10 Tahun Mengabdi, Empat Pegawai KONI NTT Dipecat Tanpa Alasan
Apolonaris menilai, pemecatan secara lisan tanpa disertai Surat Keputusan (SK) yang seharusnya menjadi dasar hukum dalam setiap tindakan kelembagaan, memperlihatkan kondisi tata kelola organisasi lemah.
“Ini bukan sekadar persoalan internal pegawai, tetapi menyangkut kredibilitas dan profesionalitas lembaga. Jika hal seperti ini dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap KONI NTT akan terus menurun,” ungkap Apolonaris.
Mengadu ke Mahasiswa
Sebelumnya, empat pegawai KONI NTT yang menjadi korban pemecatan meminta mengadu dan pendampingan ke PMKRI Kupang pada Sabtu (16/5/2026).
Mereka terdiri dari Maria Goreti Kara yang telah mengabdi selama 22 tahun, Yasinta Sanggu Doa yang mengabdi selama 14 tahun, Suryani Sinlae mengabdi selama 15 tahun, dan David Hadjoh mengabdi 5 tahun.
Dalam pernyataannya, keempat pegawai tersebut mengaku tidak pernah menerima penjelasan resmi terkait alasan pemecatan mereka. Bahkan, hingga saat ini tidak ada dokumen tertulis yang menjelaskan dasar keputusan tersebut.
Suryani Sinlae mengungkapkan bahwa sejak pergantian pengurus pada Februari lalu, dirinya merasakan adanya ketidakharmonisan dengan salah satu pengurus, yang diduga menjadi pemicu pemecatan pada 8 Mei 2026.
“Kami dipecat secara lisan tanpa alasan yang jelas. Saat kami tanya, tidak ada jawaban yang pasti,” ungkap Suryani diamini tiga rekannya.
Minta Dipertahankan
Apolonaris meminta kepada KONI NTT untuk mengembalikan keempat pegawai yang dipecat ke posisi semula.
“Ketua KONI NTT tolong kembalikan mereka ke posisi awal, sebelum ada gejolak ditubuh KONI. Dong ini ada di posisi yang strategis, kalau pecat tanpa alasan akan sangat berdampak pada persiapan menjelang PON,” ungkap Apolonaris.
Penyegaran Biasa
Ketua KONI NTT Melki Laka Lena mengaku telah mendapat laporan terkait pemecatan empat pegawai itu. Dia menyebut semua proses telah dilalui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PMKRI-12.jpg)