Jumat, 1 Mei 2026

Paskah 2026

Paskah Jadi Momentum Persatuan, MUI NTT Serukan Penguatan Kerukunan Umat

Ia menyebut perbedaan merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan berbangsa, namun keharmonisan harus terus diupayakan dan dirawat bersama.

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
MUI NTT - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, H. Muhamad Wongso ketika sedang berjalan didampingi Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dalam acara halal bihalal lingkup Pemprov NTT. 

Ringkasan Berita:
  • MUI NTT menyererukan penguatan kerukunan antar umat beragama
  • Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, H. Muhamad Wongso, mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kerukunan antar umat beragama
  • Keharmonisan harus terus diupayakan dan dirawat bersama

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Momentum perayaan Paskah dimanfaatkan sebagai ajang mempererat persaudaraan lintas iman di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, H. Muhamad Wongso, mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kerukunan antar umat beragama.

Menurutnya, suasana perayaan keagamaan harus dimaknai sebagai ibadah yang sakral.

Karena itu, sikap saling menghormati dan menghargai menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

Baca juga: Sampaikan Pesan Penting, Wagub NTT Harap Paskah Bawa Semangat Pengorbanan 

"Selamat merayakan Ibadah Paskah bagi saudara-saudaraku Kristiani yang merayakan, semoga Tuhan Memberkati. Didalam kemajemukan bangsa kita saling menjaga dan menghormati antar anak-bangsa," kata Muhamad Wongso, Jumat (3/4/2026).

Ia menyebut perbedaan merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan berbangsa, namun keharmonisan harus terus diupayakan dan dirawat bersama.

"Hari ini anak-anak bangsa yang Kristiani sedang merayakan Hari Raya Paskah maka yang harus dijaga adalah saling menghormati, Insya Allah rentang kendali 'Ukhwah Wataniyah' (Ukhwah kebangsaan) terpelihara dengan baik," ujarnya.

Muhamad Wongso juga menyampaikan keyakinannya bahwa NTT sebagai daerah dengan tingkat toleransi tinggi akan terus mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah keragaman.

"Dalam keragaman NTT harus memupuk dan merawat kebersamaan sebagai anak bangsa. Sesungguhnya pesan Alqur'an terlukis dalam Surah An-nisa ayat 1 bahwa kita tercipta dari diri yang satu (Adam AS) dan terlahir dari rahim yang satu pula Bunda Hawa. Artinya agama adalah pilihan, tapi kebersamaan adalah segala-galanya," ujarnya. 

Ia menambahkan, semangat saling melengkapi antar umat beragama telah terlihat dalam berbagai momentum, termasuk saat perayaan Idul Fitri, di mana umat Kristiani turut berbagi sukacita bersama umat Muslim.

"Ini modal penting untuk kita semua agar terus menjaga dan merawat semuanya sebagai anak-anak Flobamorata," kata Muhamad Wongso.

Dia mengajak umat Kristiani untuk merayakan Paskah dengan penuh kekhidmatan serta menjadikan ibadah sebagai sarana memperkuat iman yang berdampak pada kehidupan sosial.

"Selamat merayakan Paskah saudara-saudaraku umat Kristiani. Mari kita terus memperkuat persatuan dan kerukunan di NTT," kata Muhamad Wongso. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved