Jumat, 24 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 1 April 2026: Menjual Sang Guru 

Kemunafikan Yudas itu mengakibatkan banyak yang mengumpat dia karena telah memuluskan skenario kejahatan.

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI AMBROS LADJAR
RD. Ambros Ladjar 

Oleh: Rm. Ambros Bala Ladjar
Imam Keuskupan Agung Kupang, Nusa Tenggara Timur

POS-KUPANG.COM - Menjadi bendaharawan atau ekonom di suatu keuskupan atau tarekat dulu dikenal dengan sebutan Prokurator. 

Jabatan ini dipegang oleh seseorang yang bertindak atas nama dan berdasarkan wewenang orang lain atau pejabat administrasi atau keuangan. 

Istilah ini berasal dari zaman Romawi Kuno untuk pengelola aset kekaisaran dan kini digunakan dalam hukum kanonik Gereja Katolik. Pejabat ini diberikan kuasa besar tetapi serentak juga ada tantangan di baliknya. 

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 1 April 2026: Berani Setia atau Mengkhianati?      

Sebab orang lain di sekitar juga mengejar posisi yang sama sehingga ada yang suka dan tidak suka. 

Ketika segala kepentingan mereka diakomodir maka otomatis terjalin persahabatan yang baik. 

Sebaliknya jika kebutuhan mereka diabaikan maka mudah menjadi rival selamanya, tapi dia harus tetap junjung sikap jujur dan profesional. 

Yudas Iskariot adalah salah seorang rasul yang telah dipercayakan Yesus untuk tugas ini. 

Sayangnya ia tak ikuti arahan Yesus Sang Guru karena serakah dan cinta uang. Tidak heran jika sampai ia menjual Sang Gurunya sendiri. 

Banyak orang menilai bahwa peran Yudas berada dalam rencana keselamatan Allah. Biarpun demikian harus dilihat konteks pada zaman itu. 

Dia harus tetap bertanggungjawab atas kematian Yesus karena dia bukan boneka yang diperalat Allah, malah sebaliknya ia cocok menjadi boneka kelompok elite Yahudi. 

Olehnya dia mencari kesempatan yang terbaik guna menyerahkan Sang Gurunya ke tangan musuh. 

Secara ideal rupanya cita-cita dan harapan mereka terasa gagal diwujudkan Yesus selaku pembebas bangsa Israel dari para penjajah. 

Yesus memang tak mau mencampuri ranah politik, malah Dia menjadi contoh warga negara yang baik karena taat membayar pajak.

Tekad Yudas memang sudah bulat melakukan transaksi jahat dengan penguasa Yahudi. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved