NTT Terkini
YLKI NTT Minta Pengawasan Ketat Distribusi Minyak Tanah
Kendala cuaca membuat kapal pengangkut BBM jenis minyak tanah terhambat hingga harganya cenderung meningkat.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- YLKI Provinsi NTT meminta Penerima Daerah (Pemda) dan para pihak agar melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi minyak tanah
- Ketua YLKI NTT Marthen Mulik menyebut, kelangkaan minyak tanah yang sering dialami masyarakat
- Marthen mendorong adanya langkah kongkret dari pihak berwenang agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi itu sebagai keuntungan pribadi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI Provinsi NTT meminta Penerima Daerah (Pemda) dan para pihak agar melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi minyak tanah.
Ketua YLKI NTT Marthen Mulik menyebut, kelangkaan minyak tanah yang sering dialami masyarakat.
Kendala cuaca membuat kapal pengangkut BBM jenis minyak tanah terhambat hingga harganya cenderung meningkat.
"Kita YLKI meminta Pemda dan Pertamina bisa mengambil langkah antisipatif karena kendala cuaca selalu terjadi setiap tahun," katanya, Senin, (30/3/2026).
Marthen mendorong adanya langkah kongkret dari pihak berwenang agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi itu sebagai keuntungan pribadi.
Baca juga: Baru Dilantik Jokowi jadi Mendag, Zulhas Langsung Diserang YLKI dan BRIN Sebut M Lutfi Lebih Baik
Bahkan, perlu ada penindakan bagi orang yang melanggar.
"Kita minta ketegasan pengawasan dari pihak yang berwenang agar tidak ada oknum-oknum maupun supplier yang bermain di air keruh untuk mendapat keuntungan di tengah penderitaan masyarakat," ujarnya.
Dia mendorong ketegasan dari Pemerintah maupun stakeholder terkait untuk tidak segan menindak pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dalam memanfaatkan kondisi demikian.
Diberitakan sebelumnya, pemlik pangkalan minyak tanah di Kota Kupang, Ibu kota Provinsi NTT mengeluh terkait dengan stok minyak tanah yang kosong selama dua minggu terakhir.
Salah satu pemilik pangkalan minyak tanah di Kelurahan Sikumana (Pangkalan Sinar Pagi), Wel Yulien Madu Dekroma menyebut, minyak tanah di tempatnya sudah hampir dua minggu kehabisan stok.
“Ini sudah mau dua minggu minyak tanah sudah tidak masuk dari distributor dan kita sudah kehabisan stok,” kata Wel Yulien saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Senin (30/3/2026).
Wel Yulien mengatakan, minyak tanah yang dijualnya didistribusikan dari agen PT Piet Jaya Abadi. Yang mana, PT Piet mendistribusikan minyak tanah kepada 212 pangkalan.
“Biasanya kita mendapatkan stok dua drum minyak tanah per minggu. Kadang dua minggu dapat tiga drum, tergantung saja. Selama ini lancar-lancar saja. Tapi belakangan ini sudah terlambat masuk,” ucap Wel Yulien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pemilik-pangkalan-minyak-tanah-di-Kelurahan-Sikumana-Kota-Kupang.jpg)