Rabu, 29 April 2026

NTT Terkini

PLN NTT Ajak Masyarakat Pangkas Pohon demi Listrik Andal Selama Ramadan

Ajakan ini telah disampaikan melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) agar pesan keselamatan dan keandalan listrik

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Tim PLN ULP Kupang berdiskusi dengan RRI Kupang membahas sosialisasi pemangkasan pohon demi menjaga keandalan jaringan listrik menjelang Ramadan. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) gencar mengajak seluruh masyarakat di wilayah NTT untuk ikut menjaga keandalan jaringan listrik dengan memangkas pohon atau dahan yang tumbuh di dekat kabel listrik.

Ajakan ini telah disampaikan melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) agar pesan keselamatan dan keandalan listrik menjangkau masyarakat luas, termasuk di wilayah pelosok NTT.

Sosialisasi melalui RRI Kupang ini merupakan bagian dari rangkaian upaya PLN UIW NTT menjelang dan selama Ramadan untuk memastikan pasokan listrik tetap aman dan lancar, mengingat kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat untuk kegiatan ibadah, memasak sahur, dan aktivitas malam hari lainnya.

PLN menyadari bahwa gangguan listrik akibat pohon tumbang merupakan salah satu penyebab utama terganggunya aliran listrik, terutama saat musim hujan dan angin kencang di NTT.

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kupang, Muhammad, melalui siaran RRI menjelaskan bahwa gangguan kelistrikan di NTT sering kali dipicu oleh pohon atau dahan besar yang jatuh mengenai kabel listrik saat terjadi angin kencang.

"Ada tim khusus kami untuk pembersihan. Beberapa pohon yang sudah mendekati jaringan kami, kami mengizinkan pelanggan agar segera melakukan penebangan atau pemangkasan, namun harus didampingi oleh petugas PLN. Ini supaya terhindar dari bahaya apabila terjadi angin kencang yang bisa membuat pohon jatuh menimpa rumah pelanggan ataupun jaringan listrik kami," jelas Muhammad.

Baca juga: PLN Dorong Transportasi Ramah Lingkungan Lewat Tur Kendaraan Listrik di Flores

Muhammad juga menegaskan bahwa keselamatan petugas dan masyarakat menjadi perhatian utama PLN. Sebelum melakukan pekerjaan di lapangan, seluruh petugas wajib mengikuti pengarahan pagi untuk memastikan kondisi fisik yang prima serta peralatan kerja yang lengkap dan aman.

PLN juga mengingatkan agar masyarakat tidak memangkas pohon sendiri tanpa pendampingan petugas, khususnya pada pohon yang sudah menyentuh atau berada sangat dekat dengan kabel listrik bertegangan tinggi karena berisiko tersengat aliran listrik.

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menekankan bahwa menjaga keandalan listrik selama bulan Ramadan adalah bentuk pelayanan PLN kepada masyarakat NTT.

"PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi sebagai mitra masyarakat yang memberikan solusi cepat dan berkualitas. Di bulan Ramadan ini, kami ingin memastikan seluruh masyarakat NTT dapat beribadah dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman tanpa terganggu masalah kelistrikan," ujar Eko.

Eko menambahkan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan. Dengan melaporkan pohon atau dahan yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, masyarakat turut berkontribusi menjaga keandalan pasokan listrik di lingkungannya masing-masing.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga jaringan listrik. Jika ada pohon yang terlihat rawan, segera hubungi PLN melalui layanan Call Center 123 atau aplikasi PLN Mobile agar petugas kami dapat menanganinya dengan aman," tambah Eko.

PLN UIW NTT menyediakan beberapa saluran bagi masyarakat yang ingin melaporkan pohon rawan atau meminta pendampingan petugas untuk pemangkasan:

• Call Center PLN 123 : Layanan pengaduan dan informasi 24 jam yang dapat dihubungi dari seluruh Indonesia.
• Aplikasi PLN Mobile : Tersedia di telepon pintar untuk pelaporan gangguan, cek tagihan, dan berbagai layanan lainnya.
• Kantor PLN terdekat : Masyarakat juga dapat langsung mengunjungi kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) di setiap kabupaten/kota.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunda pelaporan, terutama menjelang dan selama Ramadan, agar petugas PLN dapat segera melakukan penanganan sebelum pohon tersebut menyebabkan gangguan listrik.

Sosialisasi pemangkasan pohon melalui RRI ini merupakan salah satu wujud komitmen PLN dalam program PLN Hadir untuk Negeri.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved