Selasa, 5 Mei 2026

Ramadan 2026

Pemerintah Sidang Isbat: 1 Ramadan 1447 H Kamis 19 Februari, Muhammadiyah Mulai Rabu

Berdasarkan temuan tersebut, pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah atau awal puasa Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
Freepik/AI
ILUSTRASI RAMADAN - Ilustrasi ornamen bulan Ramadan hasil olah kecerdasan buatan (AI) yang diunduh di Freepik pada Kamis (27/2/2025). 

Ringkasan Berita:- Keputusan Ini diambil dalam sidang di Hotel Borobudur Jakarta yang dipimpin Menteri Agama
- Pemantauan hilal dilakukan secara serentak di 96 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Barat.
- Muhammadiyah, telah lebih dulu memberikan panduan awal puasa berdasarkan perhitungan hisab

 

POS-KUPANG.COM – Pertanyaan tentang kapan puasa dimulai akhirnya terjawab. Pada, Selasa (17/2/2026) malam, pemerintah akhirnya menetapkan jadwalnya.

Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah bertepatan dengan Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan usai sidang isbat yang digelar pada Selasa (17/2/2026) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Sidang isbat dipimpin Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i.  Pemantauan hilal dilakukan secara serentak di 96 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Barat.

Berdasarkan temuan tersebut, pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah atau awal puasa Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

"Secara mufakat 1 Ramadhan 1447 H jatuh Kamis 19 Februari 2026," ujar Menag Nasaruddin Umar, Selasa (17/2/2026).

Sebelumnya anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) Cecep Nurwendaya mengungkapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi secara hisab jatuh pada 19 Februari 2026.

Cecep menjelaskan, secara pemantauan pada hari ini, Selasa (17/2/2026), posisi hilal di wilayah NKRI tidak ada yang memenuhi kriteria MABIMS.

"Sehingga tanggal 1 Ramadhan 1447 Hijriah secara hisab imkanur rukyat MABIMS jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026 Masehi," kata Cecep dalam seminar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

Kriteria MABIMS sendiri mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat secara toposentrik dan elongasi minimal 6,4 derajat secara geosentrik.

"Kriteria MABIMS (3-6,4) pada tanggal 29 Sya'ban 1447 H/17 Februari 2026 M posisi hilal di wilayah NKRI tidak ada yang memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3 dan elongasi minimum 6,4 derajat, sehingga tanggal 1 Ramadhan 1447 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Kamis Pahing, tanggal 19 Februari 2026 M," kata dia.

 

Berbeda dengan Muhammadiyah

Lembaga keagamaan, seperti Muhammadiyah, telah lebih dulu memberikan panduan awal puasa berdasarkan perhitungan hisab.

Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved