Sabtu, 11 April 2026

Timor Tengah Utara Terkini

Jembatan di Desa Kaenbaun Timor Tengah Utara Putus Total

Jembatan yang menghubungkan rumah warga, fasilitas umum, lahan pertanian di Desa Kaenbaun, Miomaffo Timur, putus.

POS-KUPANG.COM/POS KUPANG/DIONISIUS REBON/ALEXANDRO NOVALIANO DEMON PAKU 
JEMBATAN PUTUS - Kondisi jembatan penghubung di Desa Kaenbaun, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten TTU yang mengalami putus total akibat banjir yang menggerus tepi sungai tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Jembatan yang menghubungkan sejumlah rumah warga, fasilitas umum, lahan pertanian dengan rumah warga lainnya di Desa Kaenbaun, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) putus total.
  • Hal ini menyebabkan lalu lintas kendaraan dan orang ke sejumlah fasilitas serta rumah warga itu terhambat.
  • Fasilitas umum yang berada di seberang jembatan penghubung seperti Kantor Desa Kaenbaun dan PAUD Tunas Muda serta beberapa rumah warga tidak dapat dijangkau kendaraan.  

 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Jembatan yang menghubungkan sejumlah rumah warga, fasilitas umum, lahan pertanian dengan rumah warga lainnya di Desa Kaenbaun, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) putus total.

Hal ini menyebabkan lalu lintas kendaraan dan orang ke sejumlah fasilitas serta rumah warga itu terhambat.

Fasilitas umum yang berada di seberang jembatan penghubung seperti Kantor Desa Kaenbaun dan PAUD Tunas Muda serta beberapa rumah warga tidak dapat dijangkau kendaraan. 

Kendaraan roda dua dan roda empat dipastikan tidak dapat melintas menuju sejumlah fasilitas umum dan beberapa rumah warga. Di sisi lain, akses masyarakat untuk menerima pelayanan di Kantor Desa dipastikan terhambat.

Seorang warga Desa Kaenbaun, Seferinus Timo mengatakan, jembatan penghubung ini dibangun sejak tahun 2011 lalu. Anggaran pembangunan jembatan penghubung ini bersumber dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP).

"Dengan pagu anggaran sekitar Rp.76.000.000. Jembatan ini memang konstruksinya tidak terlalu bagus," ungkapnya pekan lalu.

Ia menerangkan, jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya menuju Kantor Desa, PAUD Tunas Muda dan beberapa rumah warga. Masyarakat dipastikan tidak bisa menerima pelayanan di Kantor Desa Kaenbaun jika banjir bandang terjadi di kali tersebut.

Pasalnya, tidak ada akses jalan lain yang bisa digunakan untuk bepergian ke titik tersebut. 

Para orang tua di desa tersebut juga cemas dengan kondisi jembatan penghubung ini, karena, anak-anak PAUD tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah jika banjir terjadi di kali tersebut.

Beberapa orang masyarakat yang bermukim di seberang kali ini bahkan tidak dapat beraktivitas sebagaimana mestinya di musim hujan lantaran mereka harus kembali ke rumah secepatnya jika hujan lebat mulai melanda wilayah tersebut.

Seferinus menduga putusnya jembatan ini disebabkan oleh kualitas konstruksi jembatan yang kurang memadai serta disebabkan oleh usia jembatan yang telah mencapai belasan tahun.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten TTU memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ini dialami masyarakat di Desa Kaenbaun

Titik Rawan Bencana 

Bupati Kupang, Yosef Lede melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Fatuleu Barat, Jumat (12/2), guna memantau langsung daerah rawan bencana serta kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang kerap terdampak banjir saat musim penghujan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved