NTT Terkini
Respons Gubernur NTT Soal Hasil Survei 80 Persen Publik Puas Kinerja Melki - Johni
Untuk menangani kemiskinan, Pemerintah akan jalankan program bedah rumah bagi masyarakat miskin untuk tahun 2026 ini
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Edi Hayong
“Kita harus tindak tegas setiap orang yang sengaja bermain-main dengan data kemiskinan ini. Jangan ada lagi yang bermain data kemiskinan yang akhirnya membuat program bantuan-bantuan sosial menjadi bermasalah dan tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, Melki juga menjelaskan terkait dengan upaya pemberdayaan ekonomi UMKM masyarakat NTT dengan pengembangan Program OVOP (One Village, One Product atau satu desa satu produk unggulan) serta menghadirkan NTT Mart sebagai upaya menciptakan pasar dalam memuliakan produk-produk hasil kerja masyarakat lokal.
”Kita juga akan terus mengawasi kelancaran program pemerintah pusat didaerah seperti makan bergizi gratis dan koperasi desa merah putih,” katanya.
Kedekatan Pemimpin Daerah dan Masyarakat
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut, Melki - Johni aktif turun ke lapangan bertemu masyarakat sekitar untuk memantau percepatan program kerja.
Menurut dia, langkah itu akan memberi ruang dan memperkuat kedekatan antara pemimpin daerah dengan masyarakat. Chaniago berharap, hasil survei itu menjadi rekomendasi dalam arah kebijakan Melki - Johni selanjutnya.
Baca juga: Gubernur NTT Warning Keras soal Data Kemiskinan: Jangan Ada Lagi Warga Miskin Tercecer
Ade Reza Hariyadi yang merupakan salah satu penanggap dalam diskusi menjelaskan, satu tahun kepemimpinan Melki - Johni merupakan langkah penting untuk melihat proyeksi ke depan.
Ade mengharapkan, Melki - Johni bisa memiliki kapasitas responsif yang profesional untuk bisa memproyeksikan atau memprediksi tantangan-tantangan yang berkaitan dengan ekonomi, infrastruktur dan kemiskinan.
”Ke depannya perlu memperkuat koordinasi antara Pemprov dan Pemkab/Pemkot dalam membagi kewenangan agar program dapat terealisasi dengan baik,” tambahnya.
Hal penting lainnya, ujar dia, juga harus memperhatikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Baginya, IPM sangat krusial karena menggambarkan kualitas hidup masyarakat.
IPM juga berpengaruh pada pengambilan keputusan berbasis data, membantu menciptakan pembangunan yang merata dan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan dan daya saing daerah.
Baca juga: Gubernur NTT Dorong Deteksi Dini Penyakit Kronis lewat Kolaborasi BPJS–Labkes
Penanggap selanjutnya Rafnel Azhari menyebut capaian kepuasan 80,5 % merupakan capaian angka yang baik untuk tahun pertama dan menandakan adanya kepercayaan maupun harapan pembangunan. Azhari menyebut, dominasi responden dari kalangan menengah kebawah dalam survei itu menjadi hal baik.
“Masyarakat tentu memberikan persepsi baik namun juga harus kita perhatikan hal-hal yang perlu dibenahi," ujarnya.
Dari 80,5 persen masyarakat yang puas, terbagi dalam 68,6 persen merasa puas dan 11,9 persen sangat puas. Sementara 19,5 merasa tidak puas yang merupakan akumulasi dari 18,4 persen tidak puas dan 1,1 persen sangat tidak puas. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gubernur-NTT-Melki-Laka-Lena-bersama-pimpinan-OPD-Pemprov-di-Jakarta.jpg)