Rabu, 3 Juni 2026

NTT Terkini 

Gubernur NTT Warning Keras soal Data Kemiskinan: Jangan Ada Lagi Warga Miskin Tercecer

Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi wilayah dan akurasi data sosial ekonomi masyarakat.

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
APEL - Gubernur NTT Melki Laka Lena saat memimpin apel bersama ASN Pemprov NTT, Senin, (9/2/2026). 
Ringkasan Berita:

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena menyebut persoalan kemiskinan di NTT tidak boleh lagi diperparah oleh data yang tidak akurat dan birokrasi yang berbelit.

Melki mengungkit tragedi meninggalnya YBR (10), siswa kelas IV SD asal Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, sebagai tamparan keras bagi pemerintah, khususnya dalam hal pendataan dan penanganan warga miskin.

“Ini bukan sekadar peristiwa duka, tetapi alarm keras bagi kita semua. Kemiskinan yang dibiarkan, tidak terdeteksi, dan terhambat persoalan administratif bisa berujung pada tragedi kemanusiaan,” katanya, Senin (9/2/2026) saat memimpin apel bersama ASN. 

Menurutnya, Jerebuu merupakan wilayah yang subur, namun belum dikelola secara optimal sehingga berdampak pada tingginya angka kemiskinan.

Baca juga: Gubernur NTT Melki Laka Lena Teteskan Air Mata dan Meminta Maaf

Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi wilayah dan akurasi data sosial ekonomi masyarakat.

Mantan Anggota DPR RI itu menekankan bahwa data kemiskinan harus terus diperbarui secara berkala, berbasis kondisi riil di lapangan. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi warga miskin yang tercecer dari sistem hanya karena persoalan administrasi.

“Jangan ada oknum yang bermain dengan data orang miskin. Saya pastikan akan ditindak tegas. Semua bantuan, baik dari pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, wajib sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, operator data, dan dinas teknis terkait untuk menyederhanakan mekanisme pelayanan dan bantuan sosial, agar tidak menyulitkan masyarakat miskin dalam mengakses hak mereka.

Selain itu, Melki mendorong pengaktifan kembali pranata sosial di tingkat akar rumput, mulai dari tokoh adat, RT/RW, perangkat desa, dasawisma, posyandu, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sebagai sistem deteksi dini terhadap kondisi kerentanan sosial dan kemiskinan.

“Kalau pranata sosial aktif, data orang miskin bisa cepat terdeteksi dan di-update. Yang sudah mampu kita keluarkan dari data, yang masih membutuhkan kita pastikan dibantu. Di situlah kunci ketepatan sasaran program pemerintah,” katanya. 

Menutup amanatnya, Gubernur Melki menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Dasa Cita pembangunan NTT sangat bergantung pada profesionalisme dan kepedulian ASN, terutama dalam menangani persoalan kemiskinan dan kelompok rentan.

“Keberhasilan kita diukur dari seberapa serius kita mengurus orang-orang susah di NTT,” katanya. (fan) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved