Jumat, 5 Juni 2026

Undana

Beras Granul Inovasi Undana-UB-UMM, Penumpas Stunting di NTT

Undana mempertegas komitmennya dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting di NTT.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Beras Granul hasil inovasi Undana, Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Superfood lokal penumpang stunting di NTT. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) mempertegas komitmennya dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Melalui kolaborasi riset strategis bersama Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), konsorsium ini berhasil mengembangkan inovasi pangan fungsional bernama Beras Granul - sebuah meal replacement berbasis komoditas lokal yang padat nutrisi. 

Inovasi ini dirancang khusus untuk kelompok berisiko tinggi, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga remaja putri.

Kunjungan tim peneliti konsorsium RIKUB Kemendiktisaintek pada Kamis (5/2/2026) di Ruang Kerja Rektor Undana, menjadi momentum penguatan langkah implementasi riset tahun kedua.

Rombongan diterima secara langsung oleh, Prof.Dr.Ir. Jefri S Bale, ST.,M.Eng, didampingi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I R Detha, M.Si dan PIC Konsorsium Undana, Prof. Dr. Injte Picauly, S.Pi., M.Si.

Beras Granul bukan sekadar alternatif nasi, melainkan paket lengkap gizi dalam satu butiran. Inovasi ini mengintegrasikan bahan-bahan lokal NTT yang sebelumnya telah diriset oleh Prof. Intje Picauly, seperti tepung kelor (moringa), jagung, ikan teri, dan gula lontar, yang kini diperkaya dengan sorgum.

Baca juga: Asesor BAN-PT Visitasi Prodi S3 Ilmu Peternakan Undana

Produk ini memiliki profil nutrisi yang luar biasa:

Protein Tinggi: Sinergi tepung ikan teri dan sorgum menyediakan asam amino esensial untuk perbaikan jaringan tubuh.

Kaya Mikronutrisi: Kandungan Vitamin A, C, kalsium, fosfor, dan omega-3 yang tinggi sangat krusial dalam periode emas pertumbuhan anak (1.000 HPK).

Indeks Glikemik Rendah: Penggunaan karbohidrat kompleks dari jagung dan sorgum memberikan energi berkelanjutan serta aman bagi kesehatan metabolisme.

Bebas Gluten: Menjadikannya pilihan sehat bagi individu dengan intoleransi gluten.

Dalam konsorsium ini, Undana memegang peran strategis sebagai mitra pelaksana lapangan, penyedia data primer, serta co-designer program berbasis pangan lokal.

Sementara itu, UB membawa keunggulan teknologi formulasi pangan fungsional (teknik granulasi) dan UMM mendukung dalam aspek hilirisasi dan edukasi gizi.

“Kolaborasi ini adalah langkah taktis. UB membawa teknologi pangan mutakhir, sementara Undana memiliki pemahaman mendalam mengenai determinan sosial-budaya dan kekayaan pangan lokal NTT,” ungkap Prof. Intje sebagai perwakilan tim peneliti.

Untuk memastikan produk ini diterima oleh masyarakat NTT, tim peneliti menerapkan pendekatan etnografi dan uji organoleptik lokal.

Baca juga: Bidik Kerja Sama JKN, Undana Siapkan RS Pendidikan Berstandar Kompetitif

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved