NTT Terkini
3 Unit RTG Rusak, Gubernur NTT Sidak Terminal Petikemas Kupang
Layanan pengambilan peti kemas untuk dibawa keluar dari Terminal Petikemas Kupang TPK), Pelabuhan Tenau, mengalami kendala.
Ringkasan Berita:
- Tiga unit rubber tyred gantry crance (RTG) rusak
- TPK Kupang percepat perbaikan
- Gubernur Melki Laka Lena ingatkan dampak inflasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Layanan pengambilan peti kemas untuk dibawa keluar dari Terminal Petikemas Kupang TPK), Pelabuhan Tenau, Kota Kupang, mengalami kendala.
Hal tersebut dipicu oleh karena tiga unit alat rubber tyred gantry crane (RTG) rusak sejak tanggal 7 Januari 2026.
Terjadinya antrean truk dari luar TPK Kupang yang akan melakukan kegiatan delivery.
Kondisi ini mengundang keprihatinan pengusaha dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena.
Pada Sabtu (10/1/2026) pagi, Gubernur Melki Laka Lena sidak di TPK Kupang, Pelabuhan Tenau.
Gubernur Melki Laka Lena menekankan kendala yang terjadi agar tidak menimbulkan inflasi.
Ia meminta kepada para pemangku kepentingan dan pengusaha untuk tidak memanfaatkan situasi yang ada untuk menaikkan harga barang di NTT.
“Pelindo, pelayaran, pengusaha, dan pihak-pihak lain saya minta untuk tidak menaikkan tarif atau tambahan biaya apapun untuk menjaga stabilitas harga barang,” tegasnya.
Terminal Head TPK Kupang Andhik Kristianto menjelaskan bahwa terdapat lima alat RTG pada area tersebut, tiga di antaranya mengalami kendala sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.
"Dua unit yang lain masih dapat beroperasi dengan baik,” kata Andhik Kristianto dalam keterangan tertulisnya yang diterima POS-KUPANG.COM dari staf Bagian Umum, Agung, Sabtu siang.
Untuk mengatasi permasalahan yang ada, TPK Kupang telah melakukan penambahan 2 unit alat jenis reach stacker (RS) untuk mendukung kegiatan proses delivery.
Menurut Andhik, percepatan perbaikan juga dilakukan dengan menambah jumlah mekanik yang diterbangkan langsung dari Surabaya dan Balikpapan.
TPK Kupang memastikan kegiatan delivery dan aktivitas operasional lainnya tetap berlangsung.
“Tambahan 2 orang mekanik sudah tiba di TPK Kupang, mereka juga membawa suku cadang (sparepart) untuk mengatasi kendala yang ada,” ujarnya.
Faktor lain yang mempengaruhi kepadatan di TPK Kupang adalah tingginya permintaan delivery pasca libur Natal dan Tahun Baru 2026.
Sejumlah pergudangan, aktivitas perkantoran, dan distribusi barang di Kupang mulai aktif sejak tanggal 6 Januari 2026.
Meski demikian, TPK Kupang tetap berkomitmen untuk memberikan layanan semaksimal mungkin dan memastikan peralatan yang mengalami kendala dapat segera beroperasi.
TPK Kupang juga tengah menyiapkan skema kompensasi atas dampak adanya kendala di terminal peti kemas.
"Waktu pemulihan kurang lebih 1 minggu, alat akan siap beroperasi secara bertahap, dan komitmen Pelindo Terminal Petikemas Kupang untuk perawatan dan pemeliharaan alat,” kata Andhik.
Sebelumnya, pada Jumat (9/1), pihak TPK Kupang menggelar pertemuan dengan para pengusaha ekspedisi.
Adapun hal yang dibicarakan yakni layanan pengambilan petikemas pasca rusaknya alat RTG. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
Gubernur NTT
Melki Laka Lena
Pelabuhan Tenau
rubber tyred gantry crane (RTG)
TPK Kupang
Andhik Kristianto
Nusa Tenggara Timur
RTG
Terminal Petikemas Kupang
| 533 Calon Jamaah Haji NTT Resmi Diberangkatkan ke Surabaya |
|
|---|
| Pesan Plt Kanwil Haji dan Umrah untuk Jemaah Haji dari NTT |
|
|---|
| Politisi Katolik di NTT Silaturahmi Bersama Uskup Keuskupan Agung Kupang |
|
|---|
| PLN UIP Nusra Bangun Kolaborasi dengan BPN untuk Keberlanjutan Infrastruktur Kelistrikan di NTT |
|
|---|
| Perizinan Kapal Perikanan di NTT Dipacu Digital, DKP Permudah Akses Nelayan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gubernur-NTT-Sidak-Terminal-Petikemas-Kupang.jpg)