NTT Terkini
Pesan Plt Kanwil Haji dan Umrah untuk Jemaah Haji dari NTT
Sistem penentuan kuota kini berdasarkan daftar tunggu nasional, bukan lagi berdasarkan proporsi jumlah umat seperti tahun-tahun sebelumnya.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kanwil Haji dan Umrah NTT H. Hasan Manuk memberi pesan untuk para calon jemaah haji asal NTT.
Hasan Manuk meminta semua jemaah haji agar menjaga kesehatan agar semua ibadah terlaksana dengan baik. Terutama pada puncak haji di Arafah, Musdalifah dan Mina.
"Secara runtun hingga tuntas dan ibadah sunah lainnya dengan baik dan lancar. Tetap kompak dan jaga kebersamaan karena senyum bersama dalam kesederhanaan itu jauh lebih indah dan bermakna daripada tertawa sendiri dalam kemewahan tanpa siapa-siapa," ujarnya, Minggu, (10/5/2026).
Menurut dia, ratusan jemaah haji dari NTT berangkat ke Surabaya sebagai tempat transit, melalui tiga bandara yakni bandara El Tari Kupang untuk jemaah haji daratan Timor, Sabu, Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende.
Baca juga: Pemkab TTU Lepas Tiga Jemaah Haji ke Tanah Suci
Kemudian, bagi jemaah haji dari Manggara Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, melalui bandara Komodo di Labuan Bajo. Sementara, jemaah di Pulau Sumba melalui bandara Tambolaka.
"Jemaah akan msk asrama embarkasi Sukolilo Surabaya tanggal 11 Mei 2026 malam dan akan diberangkatkan, Selasa 12 Mei 2026, dilepas oleh Gubernur NTT.
Kloter 80 pada pukul 14.00 wita dan kloter 81 pukul 16.45 wita," ujarnya.
Hasan Manuk mengatakan jumlah jamaah haji asal NTT tahun 2026 sebanyak 533 orang yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 80 dan Kloter 81.
“Kloter 80 berjumlah 376 jamaah dan Kloter 81 sebanyak 107 jamaah. Selain itu ada 53 jamaah mutasi keluar NTT dan dua jamaah mutasi masuk yang bergabung dalam Kloter 81,” kata Hasan.
Hasan juga menjelaskan bahwa masa tunggu haji di Indonesia saat ini mencapai 26 hingga 27 tahun, termasuk di NTT.
Sistem penentuan kuota kini berdasarkan daftar tunggu nasional, bukan lagi berdasarkan proporsi jumlah umat seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini kuota haji NTT menurun karena menggunakan pola daftar tunggu nasional,” ujarnya.
Sisi lain, Hasan Manuk mengatakan, khusus bagi jemaah haji kategori lansia disertai pendamping. Semua jemaah tetap saling membantu terutama para ketua rombongan, ketua regu dan petugas kloter agar memperhatikan jemaah yang lansia.
Dari total jamaah, terdapat sekitar 120 jamaah lansia. Namun kuota prioritas lansia yang diberikan untuk NTT tahun ini hanya sebanyak 33 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jemaah-Haji.jpg)