NTT Terkini
Muswil X PPP NTT Bahas Program Strategis Berbasis Kearifan Lokal
Biaya kegiatan, menurut Ketua Demisioner DPW PPP NTT, Djainudin Lonek, diarahkan untuk membantu masyarakat.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) X
- Kegiatan ini dilaksanakan di Resto Titehena, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, Rabu (7/1/2026)
- Muswil X PPP NTT dibuka secara resmi oleh Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Imam Fauzan A. Uskara
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM KUPANG - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) X sebagai bagian dari amanat konstitusi partai.
Kegiatan ini dilaksanakan di Resto Titehena, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, Rabu (7/1/2026). Tempat itu sengaja dipilih atas arahan DPP agar meminimalisir pengeluaran.
Biaya kegiatan, menurut Ketua Demisioner DPW PPP NTT, Djainudin Lonek, diarahkan untuk membantu masyarakat.
Lonek menyebut ada 15 DPC yang mengikuti secara langsung dan sisanya mengikuti secara virtual.
Muswil X PPP NTT dibuka secara resmi oleh Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Imam Fauzan A. Uskara.
Baca juga: MUI NTT Dukung Muhamad Mardiono Kembali Pimpin PPP, Simak Dasar Pertimbangannya
Selain menetapkan tim formatur, forum tertinggi partai di tingkat wilayah ini juga membahas sejumlah program strategis, terutama penguatan elektoral dan soliditas organisasi yang berpijak pada kearifan lokal.
Lonek mengatakan Muswil tidak semata-mata bertujuan memilih formatur atau menentukan ketua baru, melainkan menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah perjuangan partai yang sesuai dengan karakter sosial dan budaya NTT.
“Muswil ini adalah perintah konstitusi partai. Yang paling penting bukan hanya soal formatur, tetapi bagaimana menyusun program kerja partai yang mengarah pada local wisdom atau kearifan lokal,” ujar Lonek.
Ia menambahkan, penyusunan kepengurusan ke depan juga harus mempertimbangkan figur-figur yang memahami karakter daerah serta memiliki kapasitas dalam kerja-kerja elektoral.
“Tahun 2026 ini seluruh agenda partai harus dituntaskan. Pada 2027, kita masuk pada tahapan verifikasi faktual dan penguatan kerja-kerja elektoral untuk pemenangan Pemilu 2029,” katanya.
Lonek berharap, melalui konsolidasi yang matang dan berbasis kearifan lokal, PPP NTT dapat meningkatkan perolehan kursi DPRD pada Pemilu 2029 dan semakin memperkuat eksistensinya di NTT.
“Saya minta kepada para calon Ketua Cabang agar lebih selektif dalam memilih bakal calon pengurus, serta sesegera mungkin mencari calon legislatif yang memiliki elektabilitas dan kesiapan bekerja bersama,” ujar dia.
Sementara itu, Bendahara Umum DPP PPP Imam Fauzan A. Uskara menilai tantangan Pemilu 2029 akan jauh lebih besar dibandingkan Pemilu 2024. Oleh karena itu, seluruh struktur partai harus dipersiapkan secara dini dan matang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Muswil-PPP-NTT.jpg)